Pengamat: Kalau Masih Diam, Golkar Akan Rugi
Sabtu, 18 November 2017 - 15:58 WIB
Pengamat: Kalau Masih Diam, Golkar Akan Rugi
A
A
A
JAKARTA - Partai Golkar disarankan untuk mengambil langkah antisipasi agar guncangan politik akibat kasus Setya Novanto (Setnov) tidak berakibat fatal.
Direktur Eksekutif Polcomm Institute, Heri Budianto mengatakan, jika Golkar ingin tetap solid maka harus berani menempatkan kasus Setnov sebagai kasus pribadi.
"Kalau Golkar masih diam, Golkar akan rugi," ujar Heri dalam diskusi Polemik MNC Trijaya FM di Cikini, Jakarta, Sabtu (18/11/2017). (Baca juga: Desakan Munaslub Golkar Menguat )
Kendati demikian, Heri mengatakan, Golkar merupakan partai politik yang paling solid dalam menyelesaikan masalah.
Dia mencontohkan penyelesaian perseteruan yang pernah terjadi di internal Golkar antara Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono.
Menurut dia, menempatkan kasus Setnov sebagai kasus pribadi perlu dilakukan agar konsistensi Golkar tetap terjaga.
Kendati begitu, kata Heri, solid saja tidak cukup. Partai berlambang pohon beringin itu disarankan mencari solusi agar persiapan Pilkada 2018 tidak terganggu.
Direktur Eksekutif Polcomm Institute, Heri Budianto mengatakan, jika Golkar ingin tetap solid maka harus berani menempatkan kasus Setnov sebagai kasus pribadi.
"Kalau Golkar masih diam, Golkar akan rugi," ujar Heri dalam diskusi Polemik MNC Trijaya FM di Cikini, Jakarta, Sabtu (18/11/2017). (Baca juga: Desakan Munaslub Golkar Menguat )
Kendati demikian, Heri mengatakan, Golkar merupakan partai politik yang paling solid dalam menyelesaikan masalah.
Dia mencontohkan penyelesaian perseteruan yang pernah terjadi di internal Golkar antara Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono.
Menurut dia, menempatkan kasus Setnov sebagai kasus pribadi perlu dilakukan agar konsistensi Golkar tetap terjaga.
Kendati begitu, kata Heri, solid saja tidak cukup. Partai berlambang pohon beringin itu disarankan mencari solusi agar persiapan Pilkada 2018 tidak terganggu.
(dam)