GMPG: Golkar Menurun Akibat Dugaan Keterlibatan Setnov dalam Kasus E-KTP
Kamis, 09 November 2017 - 16:42 WIB
GMPG: Golkar Menurun Akibat Dugaan Keterlibatan Setnov dalam Kasus E-KTP
A
A
A
JAKARTA - Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) menyerahkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Surat itu diberikan dengan harapan Jokowi sebagai Presiden terus mendorong upaya pemberantasan korupsi, khususnya menyangkut penanganan kasus e-KTP.
Menurut Ketua GMPG, Ahmad Doli Kurnia, langkah Jokowi untuk mendorong penuntasan kasus e-KTP ini sangat penting, terlebih Jokowi digadang-gadang kembali akan mencalonkan diri sebagai presiden pada 2019 dan telah didukung Partai Golkar.
"Tentu partai pendukung termasuk Golkar ini harus menjadi pertai yang kuat, yang sehat, bugar, bukan partai yang sakit, yang tercitrakan negatif di mata masyarakat," ujar Doli di Kantor Kemensetneg, Jakarta, Kamis (9/11/2017).
Doli menilai, presiden Jokowi selalu dilekatkan dengan kepengurusan partai Golkar yang sekarang dipimpin Setya Novanto. Menurutnya, sepanduk-sepanduk Golkar saat ini kerap menampilkan foto Jokowi dan ketua Umum Golkar, Setya Novanto. Sementara, citra Golkar menurun akibat dugaan keterlibatan Novanto dalam kasus e-KTP.
"Oleh karena itu kami tidak ingin citra Pak Jokowi yang sudah positif tetapi begitu digandengkan dengan spanduk-spanduk dan gambar Partai Golkar, itu juga ikut terimbas," ucapnya.
Doli berharap, Jokowi merespon surat terbuka yang disampaikan organisasinya. Dia menyakini respon tersebut tak akan menjadikan Jokowi dianggap mengintervensi kasus tersebut.
"Justru sekarang ini mengantisipasi adanya kekuatan-kekutan untuk mengintervensi proses penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi terkait dengan e-KTP ini," pungkasnya.
Menurut Ketua GMPG, Ahmad Doli Kurnia, langkah Jokowi untuk mendorong penuntasan kasus e-KTP ini sangat penting, terlebih Jokowi digadang-gadang kembali akan mencalonkan diri sebagai presiden pada 2019 dan telah didukung Partai Golkar.
"Tentu partai pendukung termasuk Golkar ini harus menjadi pertai yang kuat, yang sehat, bugar, bukan partai yang sakit, yang tercitrakan negatif di mata masyarakat," ujar Doli di Kantor Kemensetneg, Jakarta, Kamis (9/11/2017).
Doli menilai, presiden Jokowi selalu dilekatkan dengan kepengurusan partai Golkar yang sekarang dipimpin Setya Novanto. Menurutnya, sepanduk-sepanduk Golkar saat ini kerap menampilkan foto Jokowi dan ketua Umum Golkar, Setya Novanto. Sementara, citra Golkar menurun akibat dugaan keterlibatan Novanto dalam kasus e-KTP.
"Oleh karena itu kami tidak ingin citra Pak Jokowi yang sudah positif tetapi begitu digandengkan dengan spanduk-spanduk dan gambar Partai Golkar, itu juga ikut terimbas," ucapnya.
Doli berharap, Jokowi merespon surat terbuka yang disampaikan organisasinya. Dia menyakini respon tersebut tak akan menjadikan Jokowi dianggap mengintervensi kasus tersebut.
"Justru sekarang ini mengantisipasi adanya kekuatan-kekutan untuk mengintervensi proses penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi terkait dengan e-KTP ini," pungkasnya.
(pur)