Diduga Simpatisan ISIS, Pria di Cimuning Bekasi Ditangkap
Selasa, 07 November 2017 - 19:58 WIB
Diduga Simpatisan ISIS, Pria di Cimuning Bekasi Ditangkap
A
A
A
BEKASI - Seorang pria ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di rumah kontrakan di Jalan Yamin RT 1 RW 6, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin 6 November 2017.
RA (25) diduga ditangkap lantaran menjadi simpatisan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Menurut keterangan warga, RA dibawa oleh tiga petugas Densus sekitar pukul 15.30 WIB. “Dibawa oleh tiga orang, malamnya banyak polisi datang kerumah kontrakan saya,” kata pemilik kontrakan, Junaedi kepada SINDOnews di lokasi, Selasa (7/11/2017).
Dia menjelaskan, kemarin siang ada tiga orang tak dikenal berpakaian bebas tiba-tiba mendatangi rumah kontrakan yang dihuni RA.
Salah seorang di antaranya masuk menjemput RA, dan dua lainnya menunggu di luar. Bahkan, antara petugas dan RA terlihat akrab dan dibawa ke dalam mobil.
Malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB, ada sekitar lebih dari 10 polisi datang ke lokasi ditemani pengurus RT setempat. Petugas kemudian menanyakan seputar RA yang dibawa oleh orang tak dikenal tersebut.
"Polisi juga tidak menjelaskan yang membawa dia (RA) siapa, polisi hanya bilang dijemput saja," ungkapnya.
RA baru saja tinggal selama lima hari di rumah kontrakan tersebut. RA tinggal bersama dengan istri dan dua anaknya masing-masing berusia sekitar sepuluh tahun, dan dua tahun.
Informasi yang diperoleh Koran SINDO, RA diduga merupakan simpatisan ISIS dan melakukan komunikasi dengan Abu Kahfi tentang rencana amaliah di Kedutaan Myanmar. Meski demikian, pihak Polri masih belum memberikan penjelasanya.
RA diketahui sebagai warga Jalan Kedondong Plumbon RT 003 RW 01 Kelurahan/Desa Plumbon Kecamatan Bekasi Karang Sambung Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
“Iya benar ada penangkapan oleh Densus,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Hero Henrianto Bachtiar.
RA (25) diduga ditangkap lantaran menjadi simpatisan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Menurut keterangan warga, RA dibawa oleh tiga petugas Densus sekitar pukul 15.30 WIB. “Dibawa oleh tiga orang, malamnya banyak polisi datang kerumah kontrakan saya,” kata pemilik kontrakan, Junaedi kepada SINDOnews di lokasi, Selasa (7/11/2017).
Dia menjelaskan, kemarin siang ada tiga orang tak dikenal berpakaian bebas tiba-tiba mendatangi rumah kontrakan yang dihuni RA.
Salah seorang di antaranya masuk menjemput RA, dan dua lainnya menunggu di luar. Bahkan, antara petugas dan RA terlihat akrab dan dibawa ke dalam mobil.
Malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB, ada sekitar lebih dari 10 polisi datang ke lokasi ditemani pengurus RT setempat. Petugas kemudian menanyakan seputar RA yang dibawa oleh orang tak dikenal tersebut.
"Polisi juga tidak menjelaskan yang membawa dia (RA) siapa, polisi hanya bilang dijemput saja," ungkapnya.
RA baru saja tinggal selama lima hari di rumah kontrakan tersebut. RA tinggal bersama dengan istri dan dua anaknya masing-masing berusia sekitar sepuluh tahun, dan dua tahun.
Informasi yang diperoleh Koran SINDO, RA diduga merupakan simpatisan ISIS dan melakukan komunikasi dengan Abu Kahfi tentang rencana amaliah di Kedutaan Myanmar. Meski demikian, pihak Polri masih belum memberikan penjelasanya.
RA diketahui sebagai warga Jalan Kedondong Plumbon RT 003 RW 01 Kelurahan/Desa Plumbon Kecamatan Bekasi Karang Sambung Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
“Iya benar ada penangkapan oleh Densus,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Hero Henrianto Bachtiar.
(dam)