Kapolri Akan Menghadap Jokowi Bahas Kasus Novel Baswedan

Senin, 06 November 2017 - 14:55 WIB
Kapolri Akan Menghadap...
Kapolri Akan Menghadap Jokowi Bahas Kasus Novel Baswedan
A A A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memastikan akan menghadap Presiden Joko Widodo untuk membahas perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto mengatakan, rencananya pada minggu ini Kapolri akan menemui Presiden Jokowi.

"Bisa jadi dalam minggu ini Pak Kapolri akan menghadap Pak Presiden," kata Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (6/11/2017).

Menurut Rikwanto, kasus penyerangan terhadap Novel masih terus didalami. Kasus itu masih ditangani penyidik Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.

Rikwanto tidak memungkiri ada sejumlah kendala yang ditemui penyidik dalam mengungkap kasus penyerangan Novel. Hanya saja, dia menekankan tidak ada kesengajaan dari penyidik untuk memperlambat pengungkapan kasus Novel.

"Ada kasus yang cepat terungkap, ada yang agak lama, ada yang sangat lama. Itu natural saja di lapangan. Jadi dalam kasus saudara Novel ini tidak ada sama sekali ingin memperlambat atau tidak sungguh-sungguh," tandas mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Sebelumnya, Presiden Jokowi akan memanggil Kapolri untuk meminta penjelasan tekait perkembangan kasus penyerangan air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Hingga kini belum ada titik terang mengenai pelaku kasus yang terjadi pada 11 April 2017. (Baca juga: Eks Pimpinan KPK dan Pegiat Antikorupsi Sambangi KPK Bahas Teror Novel )

Pada Juli 2017 Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga dipanggil Jokowi untuk menjelaskan kemajuan kasus penyerangan Novel. Dalam paparannya Kapolri mengantongi ciri penyerang.

"Oh nanti. Nanti lah. Kapolri saya undang, saya panggil. Prosesnya sejauh mana," ujar Jokowi usai meresmikan jalan tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu) di Bekasi Jawa Barat, Jumat 3 November 2017.

Jokowi masih enggan berkomentar terkait desakan dari berbagai pihak agar pemerintah segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk menyelesaikan perkara Novel tersebut.

"Yang jelas semua masalah harus gamblang, harus jelas, harus tuntas," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
(dam)
Berita Terkait
Novel Baswedan: Hari...
Novel Baswedan: Hari Ini, 5 Tahun Lalu Saya Diserang Air Keras
Novel Baswedan Kutuk...
Novel Baswedan Kutuk Teror Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus: Ini Kejahatan Luar Biasa!
Hakim Bilang Pelaku...
Hakim Bilang Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Amatir, Novel: Apa Dia Nyuruh Diulang Lebih Profesional?
Novel Baswedan Jadi...
Novel Baswedan Jadi Saksi Sidang Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette
Polisi Buru Pelaku Penyiraman...
Polisi Buru Pelaku Penyiraman Air Keras pada Sejoli di Cengkareng
Tangkap 3 Pelaku Penyiraman...
Tangkap 3 Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi, Polisi: Kadarnya 90 Persen
Berita Terkini
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Kemendagri Terus Perkuat...
Kemendagri Terus Perkuat Pengawasan dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan
Bareskrim Polri Tahan...
Bareskrim Polri Tahan 2 Bos Pabrik Gas Whip Pink
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved