Bahas Pertanian, Puluhan Profesor IPB Diterjunkan ke Malaysia

Kamis, 02 November 2017 - 18:16 WIB
Bahas Pertanian, Puluhan...
Bahas Pertanian, Puluhan Profesor IPB Diterjunkan ke Malaysia
A A A
BOGOR - Setelah mandek selama lebih dari tiga tahun, Ikatan Profesor Indonesia-Malaysia (IPIMA) akan kembali menggelar konferensi dan diskusi meja bundar di Serdang, Selangor, Malaysia selama tiga hari, 6-9 November 2017.

Ketua Dewan Guru Besar IPB yang juga Ketua Pengarah Panitia Forum Pertanian IPIMA 2017 Prof Dr M Yusran Massijiya menjelaskan forum ini digelar untuk kedua kalinya.

"Dewan Guru Besar IPB merupakan bagian dari kluster pertanian Asosiasi Profesor Indonesia (API) dan kluster pertanian makanan Majelis Profesor Negara (MPN) Malaysia, pada IPIMA 2013 yang digelar di Bogor sepakat mengangkat kembali rencana aksi hasil dari resolusi forum ini," kata Prof Yusram, di ruang sidang Majelis Wali Amanat (MWA), di Kampus IPB, Bogor, Jawa Barat, Kamis (02/10).

Dia menjelaskan penyelenggaraan diskusi meja bundar ini diharapkan menghasilkan agenda pembangunan pertanian berkelanjutan untuk mencapai kesejahteraan bangsa Indonesia dan Malaysia.

"Rencananya acara ini akan diikuti 16 perguruan tinggi Indonesia dengan total peserta dari Indonesia 119 orang, di mana 86 di antaranya adalah para guru besar (profesor). IPB sendiri menurunkan sekitar 48 profesor, 23 dosen dan mahasiswa," ungkapnya.

Menurut dia, pertemuan dua perhimpunan profesor Indonesia (API) dan Malaysia (MPN) sangat penting/

"Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara penghasil utama kelapa sawit, karet dan cokelat dunia. Kedua negara ini menyumbang hampir 90 persen dari jumlah produksi kelapa sawit dunia dan 32 persen dari jumlah produksi minyak dan lemak dunia," tuturnya.

Selain itu, isu penting yang akan diangkat dalam kerja sama ini antara lain adalah pertukaran ilmuwan (dosen, peneliti dan mahasiswa), konferensi bersama, kerja sama penelitian terkait perubahan iklim, pengembangan teknologi, sosial, ekonomi dan ekologi manusia.

Ketua API Prof Sofian Effendi PhD mengharapkan kedua himpunan profesor dari dua negara serumpun ini secara bersama, baik sebagai pakar maupun sebagai anggota masyarakat dapat berkontribusi dalam memecahkan permasalahan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia-Malaysia.

"IPIMA diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan bahkan berperan strategis dalam aksi nyata memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan nasional kedua bangsa," tandasnya.

Menurut dia, sejauh ini Indonesia dan Malaysia menghadapai permasalahan yang sama, yaitu bagaimana membuat pertanian sebagai suatu usaha menarik.

"Sehingga dapat mengurangi terjadinya migrasi penduduk dari desa ke kota dan sekaligus menjaga agar usaha pertanian tetap menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan bagi sumberdaya alam dan kearifan lokal," ungkapnya.
(dam)
Berita Terkait
Kemenlu Beri Tanggapan...
Kemenlu Beri Tanggapan Terkait Insiden Kekerasan Terhadap Diplomat Nigeria
Konflik Diplomatik Makin...
Konflik Diplomatik Makin Panas, Jepang Peringatkan Warganya di China
Malaysia-Korea Utara...
Malaysia-Korea Utara Putus Hubungan Diplomatik
Imbas Tarif Trump, Pendekatan...
Imbas Tarif Trump, Pendekatan Diplomatik Indonesia Diapresiasi
Rayakan 75 Tahun Persahabatan...
Rayakan 75 Tahun Persahabatan dengan Indonesia, Thailand Gelar Pameran Budaya di Jakarta
Dubes Tiongkok Bersama...
Dubes Tiongkok Bersama Para Pemimpin Ormas Islam Konsolidasikan Hubungan Indonesia-Tiongkok
Berita Terkini
Polisi Dalami Temuan...
Polisi Dalami Temuan Emas Batangan hingga Uang saat Geledah Rumah di Sentul
Kardinal Orlando Quevedo...
Kardinal Orlando Quevedo Dianugerahi Harmony in Diversity Award Perdana
Terungkap, Polisi Amankan...
Terungkap, Polisi Amankan 15 Saksi saat Geledah 12 Lokasi
Beberkan Bukti Penggeledahan...
Beberkan Bukti Penggeledahan tapi Belum Tetapkan Tersangka, Polda Metro Jaya: Masih Pendalaman
Polri Belum Tetapkan...
Polri Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
PTUN Tolak Gugatan PLK,...
PTUN Tolak Gugatan PLK, Pemprov Jabar Selangkah Lagi Amankan Aset SMAN 1 Bandung
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved