Penahanan 11 Tersangka Ditangguhkan, Aksi Blokade Jalan Berakhir

Selasa, 31 Oktober 2017 - 17:42 WIB
Penahanan 11 Tersangka...
Penahanan 11 Tersangka Ditangguhkan, Aksi Blokade Jalan Berakhir
A A A
JAYAPURA - Polda Metro Jaya mengabulkan permohonan penangguhan penahanan 11 warga Kabupaten Tolikara, Papua yang disangka menyerang dan merusak Gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta, beberapa waktu lalu.

Perusakan tersebut dilakukan oleh pendukung calon bupati dan wakil bupati Tolikara yang memprotes putusan Mahkamah Konstitusi terkait Pilkada Tolikara, Papua.

Penangguhan mereka diharapkan dapat membantu polisi menyelesaikan aksi blokade Jalan Wamena-Tolikara oleh warga telah berlangsung selama satu bulan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal dalam keterangan persnya di Jayapura, Selasa (31/10/2017) mengatakan, penangguhan penahanan 11 warga Tolikara itu setelah ada upaya mediasi yang dilakukan Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar dengan Polda Metro Jaya.

Penangguhan tersebut juga merupakan tuntutan massa yang melakukan pemalangan jalan. “Kapolda sudah membantu negoisasi dengan Polda Metro Jaya untuk menangguhkan penahanan 11 warga itu. Oleh karena itu, kita harap mereka nantinya dapat membantu penyelesaian masalah pemalangan jalan di sana,” katanya. (Baca juga: Polisi Tetapkan 11 Tersangka Amuk Massa di Kemendagri )

Kamal pun mengharapkan, pasca penangguhan penahahan 11 warga itu, akses Jalan Wamena-Tolikara bisa segera dibuka, sehingga roda perekonomian dan pemerintahan di Tolikara berjalan normal kembali.

“Kiranya semua warga dan tokoh masyarakat yang ada di Tolikara menyelesaikan permasalahan atau membuka pemalangan jalan, agar semua masyarakat merasa aman dan nyaman, apalagi Tolikara saat ini sudah memiliki bupati definitif,” tambahnya.

Sementara itu, Kamal menyebutkan, sebanyak tujuh warga Tolikara saat ini telah berada di Jayapura pasca ditangguhkan penahanannya. Rencananya, tujuh warga itu akan kembali ke Karubaga, ibu kota Tolikara pada Rabu 1 November 2017.

“Tujuh warga Tolikara beserta perwakilannya sudah tiba di Jayapura. Sedangkan empat warga lainnya yang berstatus mahasiswa ini tetap tinggal di Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya,” bebernya.

Diketahui, jalan Trans Papua yang menghubungkan Wamena-Karubaga, Kabupaten Tolikara dipalang sekelompok masyarakat sejak tiga pekan terakhir ini.

Aksi pemalangan ini ditenggarai buntut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa pilkada di daerah setempat dan penahahan 11 warga Tolikara terkait insiden penyerangan di Gedung Kemendagri.
(dam)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
Aji Mumpung Anak Mahkota...
Aji Mumpung Anak Mahkota di Pemilihan Kepala Daerah
Kampanye Daring Tak...
Kampanye Daring Tak Diminati Paslon Pilkada Serentak 2020
27 November Akan Ditetapkan...
27 November Akan Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional  
Berita Terkini
Menimbang Bioetanol...
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu
Ketua Umum Partai Perindo...
Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo Hadiri Harlah ke-28 PKB di JCC Malam Ini
Kemhan Bakal Datangkan...
Kemhan Bakal Datangkan Helikopter AW149 dan 12 Pesawat Tempur dari Italia
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved