Jokowi: Waspadai Metode Baru Pecah Belah NKRI

Minggu, 29 Oktober 2017 - 07:09 WIB
Jokowi: Waspadai Metode...
Jokowi: Waspadai Metode Baru Pecah Belah NKRI
A A A
SOLO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan bahwa masih ada upaya infiltrasi (penyusupan) untuk menggantikan ideologi Pancasila. Upaya memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) muncul dengan metode baru yang halus.

“Mereka muncul dengan metode-metode baru yang harus dan tidak terasa,” ujar Jokowi saat memberikan sambutan dalam puncak HUT Pemuda Pancasila ke 58 yang digelar di Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (28/10/2017) malam.

Cara indoktrinasi yang dijalankan sangat halus, kekinian, akrab, dan menyentuh hati. Upaya itu terdeteksi masif melalui media sosial (medsos), berupa gambar-gambar, dan video yang diproduksi secara bagus dan rapi.

Namun tujuan akhir dari upaya itu adalah memecah belah, merobohkan NKRI, dan menggantikan Pancasila dengan ideologi, serta sistem kenegaraan lain. Sistem keterbukaan yang ada dapat memberikan dampak yang bagus atau sebaliknya tidak bagus.

Presiden Jokowi kembali mengingatkan bahwa Indonesia bukan negara yang kecil. Indonesia adalah negara besar karena memiliki 17 ribu pulau, dan 714 suku. Namun, dirinya menyayangkan ada yang merasa tidak besar. Padahal Indonesia adalah bangsa yang besar.

Pada setiap kesempatan, Jokowi selalu mengingatkan bahwa keberagaman yang ada harus dikelola dengan baik. Dengan bermacam macam suku, agama dan lainnya, apabila disatukan maka akan menjadi potensi dan kekuatan besar. Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini menyebut bahwa lanscap politik dan ekonomi global sekarang mulai berubah. Saat ini tengah dalam masa transisi dengan kecepatan yang luar biasa.

Dengan perubahan itu, maka secara nasional dan daerah juga akan turut bergerak. Dirinya menegaskan bahwa perubahan itu harus tetap berada di jalur yang benar.

“Jangan sampai keluar dari trek yang tidak betul. Sebab yang kita hadapi adalah persaingan antar negara,” tandasnya.

Secara khusus, Presiden Jokowi berpesan agar Pemuda Pancasila harus turut mengantisipasi perubahan, dan relevan dengan perkembangan zaman. Pemuda Pancasila harus menjadi sumber pembaharuan dan inovasi. Serta bergotong royong dengan pemerintah untuk membangun generasi yang tangguh, inovatif, tahan banting, dan membawa Indonesia ke masa keemasan.

Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno menegaskan, organisasi yang dipimpinnya senantiasa menjaga dan menghormati lambang-lambang negara. “Bagi kami, ideologi Pancasila sudah final,” tegas Japto.
(kri)
Berita Terkait
Pemuda Tionghoa Indonesia...
Pemuda Tionghoa Indonesia Gelar Munas di BSD Tangerang
Munas III IPTI, Ardy...
Munas III IPTI, Ardy Susanto Terpilih Jadi Ketum Periode 2022-2025
Sambut Sumpah Pemuda...
Sambut Sumpah Pemuda ke-92, KAMI Gelar Kegiatan Bansos
Dukung Aktivitas Kepemudaan,...
Dukung Aktivitas Kepemudaan, KNPI Luncurkan Bus Pemuda Turangga Seta
Syafii Efendi Terima...
Syafii Efendi Terima Mandat Organisasi Pemuda Islam Dunia
15 Tokoh Penting di...
15 Tokoh Penting di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda, Ada yang Keturunan Tionghoa
Berita Terkini
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Fuad Hasan Mangkir dari...
Fuad Hasan Mangkir dari Panggilan Penyidik, KPK: Sedang di Luar Negeri
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
PN Jaktim Izinkan Siaran...
PN Jaktim Izinkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa kecuali Tahap Pembuktian
OTT Bupati Kuansing,...
OTT Bupati Kuansing, KPK Sita Pajero Sport dan Transaksi Cicilan Land Cruiser
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved