Jangan Ada Lagi Pemuda Jadi 'Pasien' KPK

Sabtu, 28 Oktober 2017 - 21:06 WIB
Jangan Ada Lagi Pemuda...
Jangan Ada Lagi Pemuda Jadi 'Pasien' KPK
A A A
JAKARTA - Pelaksana Tugas Deputi II Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Jonni Mardizal mengingatkan pemuda dan tokoh muda meneguhkan sikap untuk senantiasa melawan korupsi dan mendukung pemberantasan korupsi.

Jonni menilai peringatan Sumpah Pemuda harus terus digelorakan oleh para pemuda dan para tokoh muda di semua tingkatan. Salah satunya dengan cara mendukung pemberantasan korupsi dan melawan korupsi yang sudah demikian masif.

Dia menegaskan tindakan dan langkah konkret harus dilakukan pemuda, baik dari unsur organisasi kepemudaan dan mahasiswa, pengusaha, politikus, organisasi pemuda, unsur penegak hukum maupun yang menjabat di lembaga eksekutif dan legislatif.

"Bekerja sesuai aturan, harus punya pendirian, tidak mudah tergoda hal-hal melanggar aturan hanya sekadar untuk memeroleh kesenangan sesaat. Sekali lagi peneguhan karakter sangat penting," kata Jonni kepada Koran SINDO, Sabtu (28/10/2017).

Mantan staf ahli Menpora ini menuturkan, pengembangan terhadap kepeloporan, kepemimpinan, dan semangat melawan korupsi menjadi kunci agar tidak ada lagi para pemuda dan para tokoh muda yang terseret dan berurusan dengan penegak hukum. Kuncinya, menurut dia, ada pada kejujuran.

"Untuk pengembangan tersebut harus menanamkan nilai-nilai kejujuran, dan ini harus diberikan contoh oleh pemimpin atau senior ya," ujarnya.

Jonni memaparkan, merujuk berbagai kasus korupsi yang ditangani penegak hukum terutama oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama beberapa tahun ini, ada sekitar puluhan pemuda dan tokoh muda yang menjadi 'pasien' KPK. Mereka bahkan kemudian menjadi terpidana.

Ada yang masih berusia muda saat ditetapkan menjadi tersangka. Para pemuda dan para tokoh muda itu lintas profesi, termasuk penyelenggara negara di tingkat pusat maupun daerah.

Bahkan, kata dia, ada yang punya prestasi gemilang. Padahal jika tidak melakukan korupsi, maka mungkin berpotensi menjadi pemimpin di masa depan.

"Penyebab utama terjadinya korupsi adalah lemahnya iman para penyelenggara negara. Akibat imannya lemah maka timbul keserakahan," ujarnya.

Jonni mengatakan, dalam Pasal 3 UU Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan menyebutkan tujuan pembangunan kepemudaan yang utama adalah pembangunan kepemudaan bertujuan terwujudnya pemuda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia.

"Kemudian baru disertai dengan pemuda yang sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
15 Tokoh Penting di...
15 Tokoh Penting di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda, Ada yang Keturunan Tionghoa
Sejarah, Tokoh, Tujuan,...
Sejarah, Tokoh, Tujuan, dan Makna di Balik Hari Sumpah Pemuda
28 Oktober Hari Sumpah...
28 Oktober Hari Sumpah Pemuda, Ini 3 Lokasi Bersejarah yang Wajib Kamu Tahu
33 Ucapan Hari Sumpah...
33 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2024, Pesan Penuh Harapan dan Semangat
Mengenal Tiga Tokoh...
Mengenal Tiga Tokoh Perempuan Penting di Balik Hari Sumpah Pemuda
Sejarah Sumpah Pemuda...
Sejarah Sumpah Pemuda 1928 dan Deretan Tokoh di Baliknya
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved