Akbar Tanjung Sayangkan Pemecatan Yorrys Raweyai Secara Sepihak

Selasa, 03 Oktober 2017 - 19:07 WIB
Akbar Tanjung Sayangkan...
Akbar Tanjung Sayangkan Pemecatan Yorrys Raweyai Secara Sepihak
A A A
JAKARTA - Kepemimpinan Setya Novanto di Partai Golkar dinilai otoriter. Indikasinya, Yorrys Raweyai dipecat dari jabatan Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar lantaran merekomendasikan Setya Novanto diberhentikan sementara dari jabatan ketua umum partai berlambang pohon beringin itu.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung melihat pemecatan Yorrys Raweyai itu tanpa diawali dengan peringatan. "Saya tidak melihat adanya pendekatan, ada peringatan, ada pemanggilan, sepengetahuan saya loh ya," ujar Akbar Tanjung dihubungi wartawan, Selasa (3/10/2017).

Dia mengatakan, bahwa pemecatan itu harus berdasarkan aturan organisasi yang ada. "Kemudian kepada orang yang dipecat tentunya juga harus diberi kesempatan untuk membela, untuk menjelaskan kenapa dia mempunyai suatu sikap, pendapat yang berbeda," ungkapnya.

Selain itu, kata dia, setiap keputusan partai harus melalui mekanisme yang demokratis, terbuka, dan akuntabel. "Ini kan kita hidup di zaman reformasi yang tidak bisa melakukan pemecatan begitu saja tanpa dengan alasan-alasan," bebernya.

Adapun pengganti Yorrys adalah Letnan Jenderal (Letjen) Purnawirawan Eko Widyatmoko. Sedangkan alasan pemecatan itu karena Yorrys selama ini dianggap membuat intrik yang tak menguntungkan Partai Golkar.

Salah satu intrik dimaksudnya adalah terkait rekomendasi rapat internal pada Senin 25 September 2017 lalu. Isi rekomendasinya adalah meminta Setya Novanto diberhentikan sementara dari jabatan ketua umum Partai Golkar dan menunjuk pelaksana tugas (Plt).

Sementara rekomendasi itu hasil kajian elektabilitas Partai Golkar. Tim itu terdiri dari Yorrys bersama Koordinator bidang Kajian Strategis dan Sumber Daya Manusia DPP Partai Golkar Letjen (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus.
(kri)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
Komisi VI DPR: Kenaikan...
Komisi VI DPR: Kenaikan Harga BBM Dilakukan Tiba-tiba, Kami Belum dapat Informasi
Gelar OTT, KPK Tangkap...
Gelar OTT, KPK Tangkap 5 ASN BPK
Kapolri: Banyak Pejabat...
Kapolri: Banyak Pejabat Kirim WA Minta Titipan Lolos Akpol
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Hasil Survei: Publik...
Hasil Survei: Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran, Dukung Program MBG dan KDKMP
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Infografis
Hizbullah Belum Gunakan...
Hizbullah Belum Gunakan Rudal secara Penuh, Iron Dome Sudah Jebol
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved