Dua Daerah Ini Dapat Sorotan Terkait Capaian Imunisasi MR

Selasa, 03 Oktober 2017 - 10:56 WIB
Dua Daerah Ini Dapat...
Dua Daerah Ini Dapat Sorotan Terkait Capaian Imunisasi MR
A A A
JAKARTA - Tingkat pencapaian imunisasi serentak Measles Rubella (MR) di Jawa Barat hingga akhir September lalu mencapai 92,46 persen dari proyeksi 92,58 persen. Angka itu masih lebih rendah dari target nasional yang mencapai 95 persen.

Berdasarkan data sementara dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dari 27 kabupaten/kota yang melakukan imunisasi MR, hanya empat daerah yang melampaui target nasional 95%. Daerah tersebut yaitu Kota Cirebon, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Pangandaran, dan Kabupaten Sumedang.

Sisanya, belum mencapai target. Malah ada yang jauh dari target (di bawah 85%) yaitu Kabupaten Sukabumi (74,47%), Kota Depok (80,88%), Kota Bekasi (82,67%), dan Kabupaten Bandung Barat (83,23%).

Kepala Seksi Surveilan dan Pencegahan Penyakit pada Dinas Kesehatan Jawa Barat, dr Yus Ruseno mengatakan, data-data tersebut masih bisa berubah, seiring validasi yang dilakukan tim Dinkes Jabar dan Dinkes di daerah masing-masing. Perubahan data tersebut dapat terjadi karena kemungkinan adanya data ganda.

Dia menuturkan, capaian yang diperoleh Jabar yaitu 92,46%, dinilainya sudah baik. Karena jumlah sasaran anak yang diimunisasi di Jabar adalah yang tertinggi di Indonesia. Hal itu mengingat jumlah sasaran di Jabar paling tinggi di Indonesia.

"Jumlah sasaran adalah 12.127.620 jiwa anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Sementara yang telah telah diimunisai sekitar 11.213.735 anak,” kata Yus melalui keterangan tertulis," Selasa (3/10/2017).

Untuk mengejar target nasional 95%, Kementerian Kesehatan pun memperpanjang masa imunisasi hingga 14 Oktober mendatang. Untuk itu, Dinkes Jabar akan memanfaatkan waktu tambahan tersebut untuk mencapai realisasi 95% anak terimunisasi MR.

"Kami akan melakukan penyisiran, termasuk menggenjot daerah-daerah yang tingkat imunisasi MR-nya masih rendah seperti Kabupaten Sukabumi, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bandung Barat," ujarnya.

Salah satu fokus penyisiran, kata Yus, adalah sekolah-sekolah. Berdasarkan data yang dimilikinya, masih ada sekolah-sekolah yang menolak siswa-siswanya mendapatkan imunisasi.
"Ada 20 persen sekolah yang masih menolak imunisasi. Ini yang akan kami dekati kembali," katanya.

Yus juga memaparkan hal lain yang menjadi hambatan selama masa imunisasi MR yaitu munculnya kampanye negatif termasuk opini negatif yang disebabkan pemberitaan di media. Seperti pemberitaan seorang anak yang dikabarkan lumpuh, bahkan ada yang meninggal, tak lama setelah diimunisasi.

"Setelah ditelusuri oleh tim dokter ahli, ternyata penyebabnya bukan imunisasi MR," katanya.

Menurut dia, sebelum seorang anak diimunisasi MR, tim lebih dahulu mendapat rekomendasi dari dokter. "Apakah imunisasi terhadap anak itu ditunda atau malah tidak boleh. Memang, ada beberapa anak yang tidak disarankan untuk menjalani imunisasi MR karena penyakit yang dideritanya," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved