KNPI Minta Elite Politik Beri Teladan dan Tak Bikin Gaduh

Rabu, 20 September 2017 - 23:42 WIB
KNPI Minta Elite Politik...
KNPI Minta Elite Politik Beri Teladan dan Tak Bikin Gaduh
A A A
JAKARTA - DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) merasa prihatin dengan perkembangan situasi kebangsaan dan kemasyarakatan saat ini.

KNPI menilai begitu mudah masyarakat menjadi objek provokasi dan agitasi terhadap isu-isu tertentu. Misalnya isu tentang politik identitas, SARA, kebangkitan komunisme, revivalisme Islam.

"Harus diakui, isu sektoral itu memang mewarnai landscape perjalanan Indonesia menjadi sebuah bangsa," kata Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Rifai Darus kepada SINDOnews, Rabu (20/9/2017).

Melalui diskursus publik, kata dia, KNPI berharap dapat lahir solusi yang menguatkan sendi kebangsaan. Yang terlihat, kata dia, justru sebaliknya. Antarkelompok massa berbeda saling adu kekuatan.

"Situasi ini kadang dikeruhkan dengan pernyataan elite politik yang belum dapat menunjukkan ketauladanan dan mendamaikan seluruh pihak. Di tengah patronase politik begitu kuat, seharusnya kaum elite dapat memberi ketauladanan dan menyejukan suasana," tutur Rifai.

Atas dasar itu, DPP KNPI memiliki catatan untuk kaum elite. Pertama, duduk bersama, bersinergi dan tidak mencari popularitas sendiri-sendiri apalagi memanfaatkan momentum yang berpotensi memperkeruh situasi.

Kedua, dengan bersinergi seharusnya kaum elite dapat menjadi stimulator solusi agar isu-isu tertentu tidak lagi dimanfaatkan oleh kelompok tertentu atau menjadi komoditas politik sesaat.

"Indikatornya, bagaimana kegaduhan itu bisa dikonversi dalam bentuk pendekatan dialog dan tidak mengandalkan kekuatan barisan massa," tandasnya.

Ketiga, lanjut Rifai, HUT Kemerdekaan RI yang bertajuk Kerja Bersama seharusnya bisa membangun iklim sinergi serta fokus pada target yang telah ditetapkan.

Keempat, kata dia, elite politik jangan menjadikan momentum politik 2019 sebagai kompetisi hidup dan mati mengingat kekuasaan politik hanya sementara dan bukan tujuan absolut.

"Kita tidak ingin kembali ke masa otoriterianisme Orde Baru, tetapi kita juga tidak ingin proses demokratisasi yang telah berjalan semakin lemah dan tidak bermakna," tandasnya.

Kelima, pemerintah harus jujur dan terbuka terhadap situasi perekonomian negara. Dengan sikap terbuka dan jujur, kata dia, rakyat akan mengetahui, memaklumi bahkan bisa memperluas kepedulian untuk bergerak bersama.

"Keenam, pemerintah boleh saja memprioritaskan pembangunan infrastruktur sebagai agenda utama. Tetapi upaya dan agenda program kesejahteraan masyarakat tidak boleh diabaikan," ujarnya.

Menurut dia, situasi kebatinan yang dirasakan oleh mayoritas masyarakat saat ini adalah sulitnya lapangan pekerjaan, daya beli semakin turun, serta lesunya kegiatan perekonomian mikro.

Tetapi pada wajah lain, sambung dia, dinamika politik seolah berjalan pada aras sendiri, jauh dari relung kebatinan yang diharapkan masyarakat.

"Ketujuh, sejumlah indikasi pada point lima dapat kita saksikan bersama, saat isu-isu tertentu menjalar ke akar rumput. Mobilisasi massa begitu mudah dan cepat. Satu diantara faktornya adalah ketiadaan kepastian lapangan kerja di sektor formal serta lesunya aktivitas ekonomi mikro," tuturnya.

Rifai menegaskan dalam benak kaum muda, percaya dan masih tetap optimistis dengan kerja-kerja pemerintah. "Kami berharap kaum elite juga dapat saling bersinergi, memberi ketauladanan dan bergerak bersama menciptakan iklim yang memperkuat sendi kebangsaan kita," ujar Rifai.
(dam)
Berita Terkait
Antisipasi Bentrokan,...
Antisipasi Bentrokan, Pos Ormas di Tangerang Dibongkar Paksa
Tampang Empat Anggota...
Tampang Empat Anggota GRIB Jaya Pelaku Perusakan Aset PT KAI di Semarang
Dodi Reza Alex Noerdin...
Dodi Reza Alex Noerdin Hadiri Silaturahmi dengan Ketum Ormas MKGR
Jambore Tuntas Dilaksanakan,...
Jambore Tuntas Dilaksanakan, AMP Lahirkan Kader Pelopor
Sebanyak 150 Ormas Ikut...
Sebanyak 150 Ormas Ikut Jambore Ormas Jabar 2024
Muktamar XXI Mathla’ul...
Muktamar XXI Mathla’ul Anwar Resmi Dibuka, Menag Tegaskan Pentingnya Peran Organisasi Keagamaan
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved