Kapolri: KAHMI Harus Bisa Mencegah Potensi Konflik Sosial

Rabu, 20 September 2017 - 12:10 WIB
Kapolri: KAHMI Harus...
Kapolri: KAHMI Harus Bisa Mencegah Potensi Konflik Sosial
A A A
JAKARTA - Kapolri Tito Karnavian meminta alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang bernaung dalam Korps Alumni HMI (KAHMI) yang tersebar di seluruh Indonesia bisa menjaga konflik sosial di dalam bangsa ini.

Tito mengaku kagum dengan penyebaran alumni HMI di berbagai bidang dan elemen kehidupan masyarakat, termasuk alumni HMI yang membaur di kalangan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Karena itulah, Tito mempunyai harapan besar kepada KAHMI sebagai salah satu unsur penting bangsa ini agar selalu turut serta dalam mencegah potensi konflik sosial di tengah masyarakat.

"Kahmi ada di mana-mana, kapan saja di mana saja ada KAHMI. Karena itu, kita jangan cakar-cakaran di dalam negeri agar tidak kalah langkah dari negara lain, agar tidak menjadi pecundang. Makanya kalau ada potensi konflik, KAHMI bisa berperan dengan memberikan pernyataan-pernyataan yang mendinginkan," kata Kapolri dalam dialog nasional HUT Ke-51 KAHMI bertema 'Mewujudkan Keadilan, Menyatu Dalam Kebhinnekaan' di Gedung Jakarta Convention Center, Selasa (19/9) kemarin.

Menurutnya, negara ini bisa mencontoh negara Tiongkok yang dalam waktu 20 tahun sudah mampu menjadi negara berkategori ekonomi maju. Tiongkok mampu seperti itu, kata Tito, lantaran bangsa Tiongkok memiliki orientasi ekspansi ekonomi ke luar (outlooking), selain itu rakyatnya bersatu padu menghadapi tantangan global untuk bersaing dengan negara lain.

Dia pun kembali menegaskan bahwa Indonesia berpotensi menjadi negara maju bahkan menjadi super power karena sudah memiliki tiga prasyarat utamanya, yakni populasi penduduk yang besar mencapai sekitar 265 juta jiwa, kekayaan alam yang melimpah ruah, serta luas wilayah yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.

Bahkan, Price Waterhouse Coopers (PWC) sudah memprediksi kalau Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terkuat nomor 5 di dunia pada 2030 nanti, bahkan 20 tahun selanjutnya atau pada 2050 akan naik ke peringkat 4. "Syaratnya adalah pertumbuhan ekonomi terjaga di atas 5%, dan stabilitas politik di dalam negeri terkendali. Jadi sekali lagi, jangan cakar-cakaran di dalam," tegasnya.

Koordinator Presidium KAHMI yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai saat ini ada problem yang dihadapi bangsa Indonesia dalam bidang ekonomi, yakni ‎kesenjangan yang terjadi antara kelompok kaya dengan miskin. Akibatnya, tercipta ketidakadilan di tengah-tengah masyarakat.

Dia mencontohkan, saat ini sebanyak 0,04% pemilik uang di bank uangnya jauh lebih besar dari 47% pemilik uang di masyarakat.

Karena itu, kedepannya nasionalisme ‎kita harus dibangun berbasis pada keadilan. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan akibat kebijakan yang diatur negara.

"Bangsa Indonesia boleh saja dikatakan miskin tapi masih bisa menerima jika miskin bersama, namun bila dimiskinkan oleh koruptor, hal itu akan menimbulkan konflik di mana-mana. Karena itu pemerintah harus mengambil langkah agar penipu-penipu yang menyebabkan ketidakadilan itu ditangani secara sungguh-sungguh," tegasnya.
(pur)
Berita Terkait
Potensi Konflik Sosial...
Potensi Konflik Sosial di Era Teknokultur
KAHMI Sarankan Pemerintah...
KAHMI Sarankan Pemerintah Ajak Dialog Warga Pulau Rempang
Resmi Terbentuk, KAHMI...
Resmi Terbentuk, KAHMI UNM Diberi 2 Tugas
Pandemi Corona Picu...
Pandemi Corona Picu Konflik Sosial di Beberapa Negara
Gandeng MD KAHMI dan...
Gandeng MD KAHMI dan LKMI, OSIS SMAN 5 Surabaya Gelar Khitanan Massal
Hina Anies, Kahmi Jaya...
Hina Anies, Kahmi Jaya Bakal Laporkan Komisaris Askrindo ke Polda Metro
Berita Terkini
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Infografis
5 Herbal yang Bisa Bantu...
5 Herbal yang Bisa Bantu Mencegah Tekanan Darah Tinggi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved