Pemutaran Film Sejarah G30S PKI Tak Perlu Ditanggapi Sinisme

Selasa, 19 September 2017 - 17:29 WIB
Pemutaran Film Sejarah...
Pemutaran Film Sejarah G30S PKI Tak Perlu Ditanggapi Sinisme
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romi) menyarankan agar rencana pemutaran film G30S PKI tidak perlu ditanggapi sinisme. Maka itu, pro dan kontra pemutaran film G30S PKI itu tidak perlu terjadi.

Apalagi, ada TAP MPRS Nomor 2005 Tahun 1966, yang melarang ideologi komunis dan Partai Komunis Indonesia untuk hidup di Indonesia. "Jadi, tidak perlu ada sinisme terhadap rencana pemutaran film tersebut," kata Romi dalam keterangannya, Selasa (19/9/2017).

Dia menambahkan, jika memang ada fakta lain yang memiliki dasar kesejarahan yang tepat, maka justru bisa disempurnakan. Dirinya berpendapat, sejumlah pihak yang menilai ada pemutarbalikan fakta pada film G30S PKI itu dapat menyempurnakannya.

Terlebih saat ini eranya demokrasi, sehingga pemutaran film itu tak perlu dilarang. "Kecuali memang secara historis dan normatif memang terlarang seperti penyebaran, penghidupan maupun diseminasi dari paham marxisme, leninisme dan komunisme," ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, bagaimanapun juga PPP tidak dapat memastikan bahwa komunisme di Indonesia sudah benar-benar mati. Apalagi, komunisme di beberapa negara seperti di Kuba, Korea Utara dan China sudah dimodifikasi.

Akan tetapi lanjut dia, komunisme sudah bangkrut di banyak negara. "Sehingga, agak aneh bila masih ada yang mau menghidup-hidupkan komunisme di Indonesia," imbuhnya.

Kendati demikian, kemungkinan komunisme kembali hidup di Indonesia perlu diwaspadai semua pihak. "Lebih dari sekali PKI melakukan pemberontakan, bahkan sebelum republik ini berdiri," ucapnya.

Dia menambahkan, PKI memberontak bukan hanya pemerintah Indonesia, melainkan juga sejak zaman Belanda. Maka itu, pemutaran film G30S PKI harus diapresiasi.

Karena, bisa dianggap sebagai ikhtiar untuk mengingatkan kembali bangsa ini atas kekejaman PKI. "Namun kita jangan terlarut dalam romantisme kesejarahan dan membawa suasana pertikaian masa lalu ke masa kini. Kalau hal itu yang dilakukan, maka kita akan sulit move on," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
PKS Bantah Isue Komunisme...
PKS Bantah Isue Komunisme dalam RUU HIP sebagai Upaya Pembodohan Terhadap Publik
Polisi Dalami Penemuan...
Polisi Dalami Penemuan Bendera Merah Putih Bergambar Palu Arit di Unhas
PM Thongloun Ditunjuk...
PM Thongloun Ditunjuk Menjadi Pemimpin Baru Partai Komunis Laos
Kunjungan Kenegaraan,...
Kunjungan Kenegaraan, Sekjen Partai Komunis Vietnam Tiba di Indonesia
Partai Komunis Afrika...
Partai Komunis Afrika Selatan: Israel Negara Jahat yang Harus Dihancurkan
2 Negara Komunis yang...
2 Negara Komunis yang Jadi Anggota ASEAN, Salah Satunya Jarang Diketahui
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved