PAN Bakal Gelar Nonton Bareng Film Sejarah G30S PKI

Selasa, 19 September 2017 - 13:50 WIB
PAN Bakal Gelar Nonton...
PAN Bakal Gelar Nonton Bareng Film Sejarah G30S PKI
A A A
JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) akan mengumpulkan seluruh legislatornya di Indonesia pada Kamis 21 September 2017 hingga Minggu 24 September 2017 mendatang, di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara.

Acara pertemuan legislatif Fraksi PAN itu akan diawali dengan nonton bareng (nobar) film sejarah terkait Gerakan 30 September 1965 oleh Partai Komunis Indonesia (G30S PKI).

"Dalam pembukaan nanti kami juga akan melakukan nonton bareng film G30S PKI," kata Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Selasa (19/9/2017).

"Pembukaannya akan kami laksanakan Kamis (21 September) malam Jumat jam 19.00 WIB itu akan diawali dengan film G30S PKI, karena sebentar lagi dan Oktober akan diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila," imbuhnya.

Bagi PAN kata dia, Pancasila adalah final. Sehingga, jika ada sekelompok orang yang ingin membangkitkan komunisme harus ditumpas.

"Oleh karena itu, untuk menyatukan persepsi dan membangkitkan semangat bahwa PKI itu sudah tiga kali mencoba merebut berkuasa di Indonesia," tegasnya.

(Baca juga: Syafii Maarif Sebut Kebangkitan Komunis Adalah Isu yang Dibuat-buat)

"1926, 1927, dan 1948 di Madiun dan 1965 di Jakarta, maka film ini salah satu cara untuk ikut bertanggung jawab terkait dasar negara kita Pancasila, oleh karena itu kami ingin nonton bareng Insya Allah yang dihadiri oleh seluruh Indonesia," paparnya.

Selain itu, DPP PAN juga sudah menginstruksikan seluruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) untuk menggelar Nobar G30S PKI di wilayah masing-masing pada 30 September 2017 nanti.

"Pesan yang kami ingin sampaikan ini supaya anak bangsa seluruhnya, khususnya kami PAN punya tanggung jawab yang sama untuk mengawal perjalanan kebangsaan kita ini supaya tidak disusupi oleh pihak yang mencoba mengutak-atik dasar negara kita terutama komunisme, karena ajaran komunisme dilarang," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
PKS Bantah Isue Komunisme...
PKS Bantah Isue Komunisme dalam RUU HIP sebagai Upaya Pembodohan Terhadap Publik
Polisi Dalami Penemuan...
Polisi Dalami Penemuan Bendera Merah Putih Bergambar Palu Arit di Unhas
PM Thongloun Ditunjuk...
PM Thongloun Ditunjuk Menjadi Pemimpin Baru Partai Komunis Laos
Kunjungan Kenegaraan,...
Kunjungan Kenegaraan, Sekjen Partai Komunis Vietnam Tiba di Indonesia
Partai Komunis Afrika...
Partai Komunis Afrika Selatan: Israel Negara Jahat yang Harus Dihancurkan
2 Negara Komunis yang...
2 Negara Komunis yang Jadi Anggota ASEAN, Salah Satunya Jarang Diketahui
Berita Terkini
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved