Kisah Pemuda Kristen Hampiri Nabi Muhammad di Kebun Kurma

Jum'at, 08 September 2017 - 13:40 WIB
Kisah Pemuda Kristen...
Kisah Pemuda Kristen Hampiri Nabi Muhammad di Kebun Kurma
A A A
BERBEDA dengan masjid-masjid di Madinah dan Makkah yang sangat familiar bagi jamaah Indonesia, jejak Nabi Muhammad SAW di Thaif tidak banyak yang diketahui. Wajar jika sedikit sekali jamaah yang datang ke daerah tersebut.

Mereka lebih banyak berziarah ke Jeddah. Padahal wilayah Thaif juga menyimpan jejak dakwah Rasullulah.

Addas, pemuda Kristen yang menghampiri Nabi saat melepas lelah di kebun kurma dalam perjalanan ke Thaif. Nabi yang saat itu berteduh karena dikejar-kejar orang Makkah tidak menghendaki dakwahnya, beristirahat di salah satu kebun kurma milik seorang Kristen.

"Siapa namamu. Apa agamamu," kata Muhammad kala itu.

"Addas namaku. Aku mengikuti agama yang dibawa Nabi Yunus," terangnya.

Muhammad yang tampak bersemangat lalu menjawab, "Yunus itu saudaraku (sesama Nabi)." Setelah berdialog, Addas kemudian menyatakan memeluk agama baru yang dibawa Nabi Muhammad yakni Islam.

Lokasi pertemuan Nabi Muhammad dengan pemuda Addas itu kini masih utuh bekasnya. Masyarakat menandai lokasi itu dengan membangun masjid yang dikenal dengan nama Masjid Addas. Berada di tengah kebun anggur yang berhimpitan dengan rumah-rumah penduduk, Masjid Addas meski meski kecil dan tempat salatnya sempit, masjid ini berdiri kokoh.

Masjid Addas ditandai dengan menara yang lebih tinggi dari umumnya rumah penduduk. Posisinya tidak jauh dari wadi Matsna, tempat Nabi Muhammad dilempari batu oleh penduduk Bani Tsaqif.

Tidak ada yang istimewa dengan Masjid Addas, kecuali menyiratkan jejak perjuangan Nabi Muhammad kala membawa misi agama baru bagi jazirah Arab, Islam.
Kiai Asep Saifuddin Halim, pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet, Kamis siang, 7 September 2017 membawa jamaah haji berziarah ke Thaif.

Dikatakannya, tidak ada jamaah Indonesia yang ke Thaif. Rata-rata Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) mengajak jamaahnya berziarah ke Jeddah setelah pelaksanaan haji.

"Thaif belum menjadi tujuan ziarah. Mungkin belum dikenal, tapi juga karena pimpinan KBIH tidak punya link dengan agen-agen travel di sini," papar Kiai Asep.

"Sebenarnya banyak lokasi ziarah bagus di Thaif. Selain Masjid Addas, ada jejak Nabi di Masjid Kuk (Kaw'=sikut). Tempat ziarah lain adalah Masjid Abdullah bin Abbas," tambahnya.

Namanya Masjid Kuk. Tapi sesungguhnya hanya penanda berupa bangunan kecil berbatu bata sangat sederhana. Di dalamnya ada ruangan kecil yang bisa digunakan untuk salat beberapa orang.

Kondisinya tidak terawat. Berada di kaki sebuah bukit yang dipercayai sebagai tempat Nabi beristirahat saat ke Thaif kedua kalinya.

Menurut penuturan Majid Abdullah, pemandu wisata di Thaif, di lokasi itu pernah terjadi mukjizat Nabi Muhammad SAW. Saat Nabi beristirahat sambil meletakkan kepalanya dengan penguat siku tangannya di atas batu. Tiba-tiba batu itu ambles. Di tempat itulah kemudian diberi tanda dengan didirikan masjid dengan nama Kuk (Kuw').

Sebagai kota dengan cuaca bersahabat, Thaif seakan oase bagi peziarah haji tahun ini yang terpapar cuaca panas di Makkah dan Madinah. Dengan kontur tanahnya yang berbukitan dan lembah, Thaif menawarkan tempat istirahat yang menyenangkan.

Tak heran bila penduduk Saudi yang berasal dari kota besar seperti Makkah, Jeddah, dan sekitarnya memilih Thaif sebagai tempat berlibur dan rekreasi keluarga.
Apalagi di malam Jumat yang menjadi hari libur esok harinya, menikmati udara dingin nan sejuk sambil menikmati sore di bebukitan Thaif adalah waktu yang tak terlupakan.

Lokasi Kuliner Favorit

Sembari berziarah, Thaif menyajikan kuliner dan pusat perbelanjaan yang ramai. Pasar buah segar beraneka warna dan jenis pastilah membuat mata terpesona dan tenggorokan mencecap ludah.

Delima, anggur, tin, jeruk, dan kurma muda dapat Anda pilih dan langsung bisa dimakan di pinggiran bebukitan menikmati senja. Bagi yang suka belanja, jenis parfum khas Thaif dari bunga mawar (rose parfume) tersaji berderet di sepanjang jalan, tinggal memilih yang disukai sesuai isi kantong.

Sebelum pulang, pastikan melengkapi ziarah Anda dengan menyeruput teh manis dengan daun niknak yang disajikan secara khas di jalan-jalan kota Thaif.
(kur)
Berita Terkait
Jendela Lima Benua
Jendela Lima Benua
Gorden dan Blind Percantik...
Gorden dan Blind Percantik Jendela
Kisah Ajeng Dibalik...
Kisah Ajeng 'Dibalik Jendela SMP' yang Trauma Unggah Foto di Medsos
Terkunci, Seorang Pilot...
Terkunci, Seorang Pilot Masuk Kokpit Lewat Jendela
Begini Cara Membersihkan...
Begini Cara Membersihkan Jendela Mobil agar Kinclong
Menghitung Biaya Pemasangan...
Menghitung Biaya Pemasangan Daun Pintu dan Jendela
Berita Terkini
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Namanya Dicatut BEM...
Namanya Dicatut BEM Bersatu, FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM Fakultas
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Kontras Desak Polisi...
Kontras Desak Polisi Periksa Mantan Kabais dan 2 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Pakar: Tanpa Bukti Kuat,...
Pakar: Tanpa Bukti Kuat, Penyebutan 26 Nama dalam Dugaan Korupsi MBG Bisa Berujung Pidana
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved