Dubes RI Usul BUMN Terlibat Bangun Toilet Bertingkat di Mina

Rabu, 06 September 2017 - 23:44 WIB
Dubes RI Usul BUMN Terlibat...
Dubes RI Usul BUMN Terlibat Bangun Toilet Bertingkat di Mina
A A A
MEKKAH - Penambahan kuota jamaah haji sedikit banyak menimbulkan masalah saat jamaah mabit (menginap) di Mina. Salah satu contohnya adalah terlalu padatnya jamaah saat berada di dalam tenda Mina.

Seperti diketahui, tahun ini kuota jamaah haji Indonesia kembali dipulihkan setelah tiga tahun terakhir dipangkas menjadi 168.000-an orang. Selain dipulihkan, Indonesia juga mendapat tambahan 10.000 jamaah.

Sayangnya hal tersebut tidak diikuti dengan penambahan maktab signifikan. Khususnya saat berada di Mina. Penambahkan maktab sulit dilakukan karena luas wilayah Mina tidak bisa diperluas.

"Penyelenggaraan haji tahun ini sangat sukses, meski jumlahnya jauh lebih banyak. Ada tambahan 52.000 bagi Indonesia sehingga total 221.000 jamaah. Awalnya agak pesimistis dengan begitu drastisnya peningkatan kuota ini," ungkap Duta Besar RI berkuasa penuh untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel seusai melepas keberangkatan jamaah Kloter 1 Embarkasi Solo (SOC 01) di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Rabu (6/9/2017).

Dia mengakui masih ada sejumlah catatan perbaikan, antara lain di Mina terkait tenda dan antrean panjang toilet. Terkait hal ini, pihaknya akan melakukan diplomasi haji dengan ad-Diwan al-Malaky atau Royal Code. "Kami akan minta perbaikan-perbaikan ke depannya," katanya.

Ditanya alternatif solusi yang ditawarkan, Agus dengan tegas perlunya membuat bangunan bertingkat di Mina. "Atau kita minta ke Saudi bahwa Indonesia akan terlibat dengan WIKA atau Waskita-nya untuk bangun toilet di situ (Mina). Ini terobosan yang harus kita lakukan."

Lebih lanjut dia mengatakan, KBRI sudah mendapat titik terang di Mina Jadid. Bangunan toilet di sana akan ditingkat dua atau tiga sehingga kenyamanan jamaah haji akan terasa. "Kami sering mendapat keluhan bahwa 'musibah' terbesar jamaah haji itu ketika antre di toilet,” ucap Agus Maftuh.

Kondisi di Mina saat ini juga yang membuat Agus Maftuh memilih bersikap rasional soal kemungkinan adanya penambahan kuota. Meski demikian, pihaknya akan terus mengupayakan.
(zik)
Berita Terkait
Idul Adha dan Ibadah...
Idul Adha dan Ibadah Haji, Apakah Ada Hubungannya?
Hikmah Haji : Semua...
Hikmah Haji : Semua Sama Kedudukannya di Hadapan Allah
DPR Doakan Calon Haji...
DPR Doakan Calon Haji Indonesia Bisa Berangkat Tahun Depan
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Menanti Lampu Hijau...
Menanti Lampu Hijau Umrah untuk Jamaah Asal Indonesia
Ada 2 Pertanyaan Dibenak...
Ada 2 Pertanyaan Dibenak Publik Muncul Terkait Pembatalan Keberangkatan Haji 2020
Berita Terkini
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Bambang Saputra: Musyawarah...
Bambang Saputra: Musyawarah Harus Jadi Dasar Pembentukan UU
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Pengembalian Amplop...
Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana, KPK Terus Dalami Kasus HPT
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved