Saat Jokowi dan Istri Duduk di Kendaraan Hias Basajan

Sabtu, 26 Agustus 2017 - 21:27 WIB
Saat Jokowi dan Istri Duduk di Kendaraan Hias Basajan
Saat Jokowi dan Istri Duduk di Kendaraan Hias Basajan
A A A
BANDUNG - Ribuan orang tumpah ruah di Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan yang digelar di pusat Kota Bandung. Tua, muda, hingga anak-anak larut dalam kemeriahan puncak peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia tersebut.

Kemeriahan semakin terasa saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan istri Iriana Jokowi serta para pejabat tinggi pemerintah pusat hadir di panggung kehormatan yang dibangun tepat di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (26/8/2017).

Terik matahari tak menyurutkan langkah Jokowi dan istri yang tiba tepat waktu pukul 14.05 WIB. Senyum lebar pun tak henti-hentinya dilepaskan Presiden Jokowi yang kala itu mengenakan Beskap berwarna ungu.

Sementara sang istri tampak elegan dengan balutan kebaya dan alas kaki Kelom Geulis khas Tasikmalaya. Riuh bunyi kohkol (kentongan khas Sunda) yang ditabuh Jokowi yang langsung disambut bunyi kohkol dan kendang tangan yang ditabuh ribuan orang menandai dibukanya karnaval tersebut.

Jokowi pun tampak sumringah menyaksikan satu per satu peserta karnaval saat melintasi panggung kehormatan. Di tengah-tengah kemeriahan karnaval, ada hal yang istimewa. Sebuah kendaraan hias yang dirancang khusus seniman dan budayawan Sunda melaju pelan mendekati panggung kehormatan.

Itulah kendaraan hias yang dibuat khusus untuk mengantarkan Jokowi dan istri ke panggung kehormatan kedua yang dibangun di Taman Vanda, di kawasan Jalan Merdeka, Kota Bandung. Jokowi dan sang istri yang didampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menaiki kendaraan hias tersebut.

Dari atas kendaraan hias yang tampak gagah, namun sederhana itu, senyum ramah Jokowi tak henti-hentinya diumbar kepada warga yang memadati lintasan arak-arakan karnaval, mulai Jalan Diponegoro, Ir H Djuanda, Merdeka, hingga berakhir di Taman Vanda.

Kendaraan hias istimewa tersebut merupakan hasil rancangan seniman dan budayawan sekaligus pengajar di Institut Teknologi Bandung Tisna Sanjaya bersama rekan sesama budayawan Aat Suratin dan sejumlah budayawan lainnya.

Menurut Tisna Sanjaya, mobil hias tersebut menyimbolkan kerja keras pemimpin untuk membawa kesejahteraan rakyatnya. Konsep yang diusung adalah "Mobil Bajasan" yang bermakna sederhana, tetapi lahir dari kerja keras.

Hiasan berbentuk kepala Garuda tegak gagah berani ditempatkan di bagian depan. Sementara di bagian belakang ditempatkan 99 seeng (alat masak tradisional Sunda) hingga membentuk tumpeng raksaksa.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1263 seconds (11.97#12.26)