Mendagri Minta Kasus seperti Saracen Harus Ditindak Tegas

Sabtu, 26 Agustus 2017 - 19:23 WIB
Mendagri Minta Kasus...
Mendagri Minta Kasus seperti Saracen Harus Ditindak Tegas
A A A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta agar pengungkapan kasus sindikat Saracen, penyebar kebencian di media sosial (medsos) menjadi peringatan bagi para peserta pilkada, pemilu legislatif (pileg) dan pemilu presiden (pilpres).

Tjahjo meminta agar peserta pilkada, pileg, dan pilpres ke depan yang menggunakan praktik ujaran kebencian, dihukum.

"Siapa pun pasangan calon yang mengumbar kebencian, ujaran, dan fitnah harus ditindak tegas. Harus ada adu program, adu konsep, dan sebagainya," kata Tjahjo di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (26/8/2017).

Sehingga, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan DPR diminta ikut berpartisipasi dalam memberantas praktik bisnis ujaran kebencian itu.

"Kalau ada tim sukses pasangan calon dalam kampanye Pilkada atau Pilpres yang menyebar berita pada intinya saya kira harus didisikualifikasi, kalau tidak akan merusak mekanisme demokrasi kita," katanya.

(Baca juga: Peringatan! Hati-hati Ikut Sebar Hoax Kena UU ITE)

Karena lanjut Tjahjo, tidak adanya saling hujat maupun fitnah menjadi syarat suksesnya Pilkada, Pileg dan Pilpres, selain partisipasi politik meningkat dan tidak adanya politik uang.

Disamping itu, Tjahjo mengapresiasi langkah Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri yang berhasil membongkar bisnis ujaran kebencian dengan membekuk sindikat Saracen. Menurutnya seluruh partai politik (parpol) dan pemerintah perlu mendorong penuntasan kasus semacam Saracen.

"Apa di belakang kelompok ini, apa hanya urusan bisnis semata, termasuk siapa yang memesan berita yang mengujar kebencian berkaitan dengan SARA, fitnah, dan sebagainya, ini harus diberantas," kata mantan sekretaris jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.
(maf)
Berita Terkait
Soroti Pernyataan Amien...
Soroti Pernyataan Amien Rais, Pengamat Ingatkan Bahaya Politik Fitnah
Polemik Penceramah Radikal,...
Polemik Penceramah Radikal, DPR: Penyebaran Radikalisme dan Ekstremisme Meningkat
Bikin Malu, Setop Polemik...
Bikin Malu, Setop Polemik Bansos Antara Pemprov DKI dan Pusat
Tuai Polemik Soal Merek...
Tuai Polemik Soal Merek Dagang, Pakar Jelaskan Makna Mie Gacoan
Eri Syofiar Minta Maaf...
Eri Syofiar Minta Maaf Gunakan Akun Palsu untuk Fitnah Mulyadi
Kontroversi Alat Kontrasepsi...
Kontroversi Alat Kontrasepsi untuk Pelajar, Kemenkes Buka Suara
Berita Terkini
Putusan MK Baru Langkah...
Putusan MK Baru Langkah Awal, IAW Dorong Restitusi Historis Kuota Internet Hangus
Menkum Supratman: Tarif...
Menkum Supratman: Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Pemilik Dolar dan Emas...
Pemilik Dolar dan Emas 74 Kg Bakal Ajukan Gugatan, Pengacara Don Ritto: Secepat-cepatnya
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved