Kemenristekdikti Perketat Izin Peneliti Asing

Selasa, 08 Agustus 2017 - 07:11 WIB
Kemenristekdikti Perketat...
Kemenristekdikti Perketat Izin Peneliti Asing
A A A
SOLO - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan selektif dalam menerima proposal pengajuan zin penelitian asing ke Indonesia.

Kemenristek memastikan penelitian yang menyangkut isu sensitif dana berada di daerah rawan konflik akan ditolak.

Kepala Sub Direktorat Perizinan Penelitian Kemenristekdikti Sri Wahyono mengatakan, setiap tahun rata rata terdapat sekitar 750 pengajuan izin penelitian oleh peneliti asing.

Sebanyak 520 di antaranya diizinkan dan sisanya ditolak, atau ditunda karena harus melengkapi persyaratan tambahan. Sesuai ketentuan, persyaratan tambahan harus dilengkapi maksimal 90 hari.

Pengajuan penelitian paling banyak berasal dari negara yang memiliki dana dan laboratorium riset yang besar. “Seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Australia, dan Perancis,” kata Sri Wahyono di sela-sela sosialisasi perizinan penelitian asing di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Senin 7 Agustus 2017.

Sementara, dalam lima tahun terakhir, China masuk sepuluh besar negara yang berminat melakukan penelitian di Indonesia, terutama di sektor kelautan dan perikanan. “Yang ditolak di bawah 5%, di antaranya menyangkut isu sensitif, dan daerah rawan keamanan. Tapi ada juga yang belum memenuhi syarat,” ucapnya.

Adapun penolakan terhadap penelitian terkait isu sensitif untuk mengantisipasi terjadinya sesuatu yang mengganggu kerukunan umat beragama, politik, kepentingan nasional dan kedaulatan, hingga ekspor ke luar negeri.

Khusus untuk daerah yang memiliki keanekaragaman hayati, dan hutan yang belum terjamah, dia mengatakan pihaknya hanya mengizinkan peneliti lokal.

Dalam melakukan seleksi, kata dia, Kemenristekdikti memiliki Tim Koordinasi Pemberian Izin Penelitian Asing (TKPIPA). Tim berasal dari perwakilan lembaga terkait, diantaranya Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, Mabes Polri, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Imigrasi, dan badan litbang kementerian teknis.

TKPIPA memberikan pertimbangan kepada Menristekdikti dalam menyikapi proposal pengajuan penelitian. Peneliti asing juga harus bermitra kerja dengan litbang atau perguruan tinggi berbadan hukum Indonesia. Mitra kerja harus atas nama lembaga
dan tidak boleh perseorangan.

Kolaborasi itu diharapkan dapat saling menguntungkan, sekaligus mengeliminasi dampak sampingan. Mulai dari penyalahgunaan izin tinggal, atau pencurian sampel.

Deputi Internasional Office UNS Solo, Murni Ramli mengemukakan, sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman yang sama terkait keberadaan peneliti asing.

Hal itu bertolak dari banyaknya kasus peneliti asing yang merugikan Indonesia, seperti halnya kekayaan hayati dibawa keluar tanpa izin pemerintah. Begitu juga dengan hasil publikasi penelitian, yang acapkali menghilangkan nama peneliti Indonesia.
(dam)
Berita Terkait
25 Peneliti Ikut Pelatihan...
25 Peneliti Ikut Pelatihan dan Sertifikasi Peneliti Kuantitatif Internasional
Menristek Sampaikan...
Menristek Sampaikan Fokus Prioritas Riset Nasional pada Rakornas PRN
Pemerintah Perlu Benahi...
Pemerintah Perlu Benahi Ekosistem Pe­ne­litian di Dalam Negeri
Wakil Kepala BRIN Amarulla...
Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian Kukuhkan 4 Profesor Riset
Sajikan Sains dari Sudut...
Sajikan Sains dari Sudut Berbeda, SINDO Media Kunjungi Menristek
UI Terima Dana Prioritas...
UI Terima Dana Prioritas Riset Nasional Rp9,8 Miliar
Berita Terkini
Indonesia Kirim Bantuan...
Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Myanmar Senilai 1,2 Juta Dolar AS
1 jam yang lalu
26 Jenderal Baru Polri...
26 Jenderal Baru Polri Dilantik Sehari sebelum Lebaran, Lengkap dengan Jabatannya
2 jam yang lalu
Tim INASAR Temukan 3...
Tim INASAR Temukan 3 Jasad Korban Gempa Myanmar di Reruntuhan
3 jam yang lalu
Didit Prabowo Sowan...
Didit Prabowo Sowan ke Megawati, PAN: Langkah Positif Redam Dinamika Politik
5 jam yang lalu
Prabowo dan Megawati...
Prabowo dan Megawati Akan Bertemu usai Lebaran, Apa yang Dibahas?
5 jam yang lalu
10 Dirresnarkoba Dimutasi...
10 Dirresnarkoba Dimutasi Kapolri Maret 2025, Berikut Ini Nama-namanya
6 jam yang lalu
Infografis
Dewan Penasihat Danantara...
Dewan Penasihat Danantara Diisi Tokoh Asing, Ada Mantan PM Thailand
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved