Heroik, Dalam Tiga Jam Petugas Haji Selamatkan Tas Berisi Uang Rp40 Juta

Sabtu, 05 Agustus 2017 - 02:50 WIB
Heroik, Dalam Tiga Jam...
Heroik, Dalam Tiga Jam Petugas Haji Selamatkan Tas Berisi Uang Rp40 Juta
A A A
MADINAH - Informasi jamaah haji kehilangan tas berisi uang Rp40 juta di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah viral di media sosial Tanah Air. Namun, yang tak terungkap adalah petugas haji dengan sigap berhasil menyelamatkan uang tersebut secara utuh hanya dalam waktu tiga jam setelah aduan masuk ke WA Center.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Ahmad Dumyathi Basori memastikan tas jamaah tersebut sudah ditemukan dan sudah dikembalikan kepada pemiliknya. "Dalam hitungan tiga jam sejak masuknya aduan kehilangan, tas tersebut sudah ditemukan dan dikembalikan," tegasnya, Kamis (3/8/2017).

Menurutnya, berita tentang adanya jemaah haji Indonesia yang kehilangan tas tersebut dia perolah dari aduan yang masuk ke WA Center yang dirilis PPIH beberapa waktu lalu. Laporan melalui WA yang masuk, langsung dikonfirmasi kebenaran dan kronologi kejadiaannya.

Menurut Dumyathi, jamaah tersebut mengaku awalnya akan membawa tas ke kabin pesawat. Namun, karena tidak muat jika ditaruh di kabin, oleh pramugara pesawat tas tersebut dibawa. "Sampai seluruh penumpang turun, tas saya belum ditemukan juga," kata jamaah itu.

Setelah informasi aduan dirasa cukup dan tercatat, PPIH Arab Saudi mengecek keberadaan petugas di lapangan melalui layar monitor aplikasi SiskoPPIH. "Petugas yang mendapat arahan, bergerak mencari. Alhamdulillah dalam hitungan tiga jam, tas yang hilang bisa ditemukan," jelasnya.

Menurut Dumyathi, selain uang Rp40 juta, dalam tas tersebut juga terdapat uang SAR2.600 (Riyal Arab Saudi), jaket biru, handuk, sarung, dan lainnya. "Uang Rp40 juta itu terbungkus kantong cokelat,” ucapnya.

Ditemukannya tas tersebut disambut baik jamaah yang kehilangan. "Alhamdulillah tas tentengan sudah saya terima dalam keadaan utuh tidak kurang suatu apa pun. Salut untuk PPIH Arab Saudi/Madinah, pantas diberikan jempol sepuluh," tuturnya sebagaimana dikutip dari pesan singkat yang masuk melalui WA Center.

Atas kejadian ini, Dumyathi menilai penggunaan WA Center sangat membantu menangani persoalan yang dihadapi petugas. Tim Kantor Urusan Haji (KUH) sendiri saat ini tengah menyelesaikan proses input data semua petugas, mulai dari unsur mukimin, mahasiswa, perlindungan jamaah, dan PPIH Jakarta. Tampak hadir juga para kepala sektor dan pemegang bravo.

Semua mengenakan seragam dengan aksesori yang berbeda guna memudahkan proses pemantauan dan percepatan penanganan di lapangan. "Awalnya memang ini kami pilot project-kan untuk temus (tenaga musim). Namun, dengan efektivitasnya yang besar, kami agak memaksa agar semua unsur yang terlibat dalam pelayanan aktif bisa bergabung. "Kami sudah sampaikan ke Jakarta dan mereka setuju sekali," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkini
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Infografis
Rp708 Juta per Jam,...
Rp708 Juta per Jam, Biaya Operasional F-35 Israel Sekali Terbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved