Kasus SMS yang Menjerat Ketum Perindo Merupakan Rekayasa Politik

Rabu, 19 Juli 2017 - 20:21 WIB
Kasus SMS yang Menjerat...
Kasus SMS yang Menjerat Ketum Perindo Merupakan Rekayasa Politik
A A A
KENDARI - Penetapan tersangka terhadap Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) atas kasus dugaan ancaman melalui pesan singkat (SMS) kepada jaksa Yulianto dinilai tak lepas dari rekayasa politik. Apalagi, saat ini Partai Perindo yang relatif baru telah berhasil menarik simpati masyarakat.

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Sulawesi Tenggara, Chandra Abdi mengatakan, Partai Perindo saat ini sedang berkibar di Tanah Air. Oleh karena itu, sejumlah pihak mulai terusik hingga melakukan rekayasa hukum untuk menjerat HT agar bisa menjegal laju Partai Perindo.

Dia pun menduga, dalam kasus SMS ini ada hal lain di luar persoalan hukum. "Saya hafal betul mengenai modus-modus seperti ini menjelang Pemilu. Apalagi saat ini Partai Perindo ibarat bendera lagi berkibar di Bumi Pertiwi," katanya, Rabu (19/7/2017).

Meski demikian, lanjut dia, masyarakat sudah sangat cerdas untuk membaca situasi politik saat ini. Dengan konsisten mengusung program-program yang langsung bersentuhan dengan rakyat kecil, maka masyarakat akan tetap bersimpati terhadap Partai Perindo.

"Kalau motif sudah jelas ada rekayasa. Kita semua tahu kalau setiap akan menghadapi Pemilu pasti semua dapat dijadikan masalah. Apalagi banyak oknum penegak hukum di Indonesia, sehingga sudah tidak dapat dipercaya lagi," ujarnya.
(poe)
Berita Terkait
Polisi Lakukan Olah...
Polisi Lakukan Olah TKP Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung
Senator Dorong Kewenangan...
Senator Dorong Kewenangan Kejaksaan Diperkuat
Gedung Kejaksaan Agung...
Gedung Kejaksaan Agung Terbakar
Mengenal Perbedaan Mahkamah...
Mengenal Perbedaan Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung
Kejaksaan Agung Usulkan...
Kejaksaan Agung Usulkan Tambahan Anggaran Rp15,5 triliun
Berjuang Hampir 12 Jam,...
Berjuang Hampir 12 Jam, Akhirnya Petugas Damkar Berhasil Taklukkan Api di Kejagung
Berita Terkini
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved