Rapat Pleno DPP Golkar Hasilkan Tujuh Keputusan

Selasa, 18 Juli 2017 - 19:03 WIB
Rapat Pleno DPP Golkar...
Rapat Pleno DPP Golkar Hasilkan Tujuh Keputusan
A A A
JAKARTA - Rapat Pleno DPP Partai Golkar yang digelar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (18/7/2017) menghasilkan tujuh poin keputusan.

Rapat itu digelar pascapenetapan Ketua Umum Golkar Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Baca juga: Rapat Pimpinan Putuskan Setya Novanto Tetap Pimpin DPR )

Tujuh poin keputusan rapat dibacakan Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid dalam sebuah jumpa pers yang digelar usai rapat.

"Rapat berlangsung dinamis. Seluruh pandangan disampaikan secara kritis dan konstruktif hingga akhirnya rapat ini menghasilkan tujuh poin keputusan," kata Nurdin memulai jumpa pers, Selasa (18/7/2017).

Adapun tujuh poin keputusan tersebut sebagai berikut:

Pertama, DPP Partai Golkar konsisten untuk melaksanakan keputusan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) tahun 2016 di Bali terkait dukungan kepada Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Kedua, DPP Partai Golkar konsisten melaksanakan keputusan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) tahun 2016 terkait pencalonan Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden pada Pemilu 2019.

Ketiga, DPP Partai Golkar berketetapan untuk tidak melakukan Munas Luar Biasa. Hal itu, kata Nurdin, sebagaimana diputuskan dalam Rapimnas tahun 2017 di Balikpapan.

Keempat, DPP Golkar menyerukan keputusan Ketua Umum yang menugaskan Ketua Harian Partai Golkar dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar untuk melakukan fungsi koordinasi dalam mengemban tugas kepartaian dan tetap melaporkan kepada Ketua Umum.

Kelima, seluruh anggota Fraksi Golkar di DPR ditugaskan untuk hadir dalam sidang paripurna DPR dengan agenda pengesahan Rancangan Undang Undang Pemilu pada 20 Juli 2017 mendatang.

Keenam, DPP Paartai Golkar menginstruksikan kepada ketua pemenangan pemilu dan tim pemenangan pemilu wilayah untuk melakukan sosialisasi terkait kondisi internal maupun eksternal Partai Golkar.

Ketujuh, untuk menyikapi dinamika ke depan, DPP Partai Golkar tetap berpegang teguh pada AD/ART dan peraturan perundangan yang ada.

"Saya selaku pimpinan sidang menangkap seluruh nuansa sidang bernuansa solid dalam menghadapi badai apapun kerja Golkar di seluruh Indonesia tetap solid," kata Nurdin.
(dam)
Berita Terkait
Antrian E KTP Ricuh
Antrian E KTP Ricuh
Meraup Rezeki Lewat...
Meraup Rezeki Lewat Jasa Reparasi KTP
Ricuh Pengurusan E-KTP
Ricuh Pengurusan E-KTP
Golkar Sebut Pemilu...
Golkar Sebut Pemilu 2029 Bisa Gunakan Sistem e-Voting asal Prasyarat Ini Dipenuhi
Pembuatan KTP Elektronik...
Pembuatan KTP Elektronik di Rumah Bagi Warga Berkebutuhan Khusus
Kemendagri Permudah...
Kemendagri Permudah Transgender Dapatkan e-KTP
Berita Terkini
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
PN Jakarta Selatan Tunda...
PN Jakarta Selatan Tunda Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 3 Pekan Depan
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Jilid 3 Roy Suryo Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
TNI-Polri Harus Profesional,...
TNI-Polri Harus Profesional, Prabowo: Jangan Ada Loyalitas Korps yang Sempit
Infografis
Tujuh Anggota Kerajaan...
Tujuh Anggota Kerajaan Inggris yang Mengidap Kanker
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved