Mahasiswa Duga Ada Unsur Politis di Balik Kasus SMS Ketum Perindo

Kamis, 13 Juli 2017 - 17:37 WIB
Mahasiswa Duga Ada Unsur...
Mahasiswa Duga Ada Unsur Politis di Balik Kasus SMS Ketum Perindo
A A A
JAKARTA - Isi pesan singkat atau SMS yang dikirim Ketua Umum (Ketum) Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo kepada Jaksa Yulianto berujung pada status tersangka pada Hary Tanoe. Padahal SMS tersebut dikirim sudah tahun yang lalu pada Januari 2016.

Seorang mahasiswa jurusan penerbitan di salah satu institut pendidikan tinggi di Jakarta, Meida Handayani (20) menduga ada unsur politis di balik kasus tersebut. "Kayaknya ini ada unsur politis gitu," ujarnya saat dihubungi Okezone baru-baru ini.

Sebab, kasus ini yang sudah lama terjadi namun baru dibuka kembali saat ini. "SMS-nya kan sudah lama banget, tapi baru sekarang ada kabar seperti ini lagi," imbuhnya.

Dugaan adanya unsur politik juga didasari karena tidak adanya ancaman dalam pesan singkat yang dikirim Hary Tanoe pada Jaksa Yulianto. "Kalau menurut aku sih itu enggak ada unsur ancaman. Mungkin ini bisa dikatakan sebagai persoalan politik," tandasnya.

Hary Tanoe mengirimkan pesan kepada Yulianto sebanyak dua kali, yakni pertama melalui SMS pada 5 Januari 2016, berikut isinya: "Mas Yulianto. Kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman.

Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum2 penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional, yang suka abuse of power (menyalahgunakan kekuasaan)."

"Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia akan dibersihkan."

Kemudian, Hary Tanoe mengirimkan pesan singkat WhatsApp kepada Yulianto pada 7 Januari 2016, berikut isinya: "Mas Yulianto. Kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman."

"Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik karena ingin membuat Indonesia maju dalam arti yang sesungguhnya, termasuk penegakan hukum yang profesional, tidak transaksional, tidak bertindak semena-mena demi popularitas dan abuse of power."

"Suatu saat saya akan jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia akan berubah dan dibersihkan dari hal2 yang tidak sebagaimana mestinya. Kasihan rakyat, yang miskin makin banyak, sementara negara lain berkembang dan makin maju."
(maf)
Berita Terkait
Elektabilitas Partai...
Elektabilitas Partai Perindo Meroket Hingga tembus3,3%
Hary Tanoesoedibjo Apreasiasi...
Hary Tanoesoedibjo Apreasiasi Kinerja Tim Desk Pilkada Partai Perindo
Profile Partai Perindo
Profile Partai Perindo
Longmarch Partai Perindo...
Longmarch Partai Perindo ke KPU Dimulai, Dipimipin Langsung Hary Tanoesoedibjo
Ini Tanda Sayap Partai...
Ini Tanda Sayap Partai Perindo untuk Indonesia Sejahtera
Tiba di KPU, Hary Tanoesoedibjo...
Tiba di KPU, Hary Tanoesoedibjo Optimis Perindo Dapatkan Dua Digit Kursi di Pemilu 2024
Berita Terkini
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Mantan Petinggi OJK...
Mantan Petinggi OJK Ditahan Bareskrim terkait Kasus Dana Syariah Indonesia
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved