Demokrat Pesimistis Kenaikan Dana Bantuan Parpol Tekan Politik Uang

Rabu, 05 Juli 2017 - 12:13 WIB
Demokrat Pesimistis...
Demokrat Pesimistis Kenaikan Dana Bantuan Parpol Tekan Politik Uang
A A A
JAKARTA - Partai Demokrat meyakini, kenaikan besaran bantuan partai politik (parpol) dari sebelumnya Rp108 persuara menjadi Rp1.000 persuara, tidak akan mampu menekan praktik politik uang (money politics).

Karena, dana bantuan parpol dikhususkan untuk pembinaan kader dan tidak boleh dipergunakan untuk yang lain. "Kalau dari money politics, rasanya jauh," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat, Agus Hermanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/7/2017).

Kendati demikian dikatakan Agus, setidaknya dana bantuan parpol direncanakan naik sekitar 10 kali lipat dari aturan sebelumnya yang memudahkan parpol untuk melaksanakan kaderisasi.

"Sehingga, dana yang mencukupi akan mempunyai keleluasaan, karena pendidikan parpol yang diharapkan harus mencapai jajaran ranting atau kelurahan," ucap Agus.

(Baca juga: DPR Nilai Kenaikan Dana Parpol Bisa Tingkatkan Kualitas Partai)


Wakil ketua DPR ini menjelaskan, pasalnya aturan mengenai alokasi dana bantuan parpol hingga kini hanya dikhususkan membiayai kaderisasi suatu parpol dan dilarang dipergunakan memenuhi kebutuhan lain, seperti sekretariat atau kendaraan operasional.

"(Penggunaan) dana ini auditable. Jadi harus diaudit oleh lembaga auditor independen dan disampaikan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum), tentunya bisa dilihat di website (KPU)," pungkasnya.

Diketahui, sebelumnya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengajukan anggaran kenaikan bantuan dana untuk parpol bagi yang lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold) Rp5.400 persuara. Namun, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hanya menyetujui Rp1.000 persuara.
(maf)
Berita Terkait
Partai Masyumi Resmi...
Partai Masyumi Resmi Kembali Dideklarasikan Dalam HUT ke-73
Suharso Monoarfa Terpilih...
Suharso Monoarfa Terpilih Jadi Ketua Umum PPP Secara Aklamasi
Partai Perindo Tegaskan...
Partai Perindo Tegaskan Politik sebagai Pengabdian, Bukan Perebutan Kekuasaan
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Jadi Caleg Butuh Uang...
Jadi Caleg Butuh Uang Banyak, Prabu Revolusi: Banyak Persepsi yang Salah soal Calon Legislatif
Aiman Witjaksono dan...
Aiman Witjaksono dan Prabu Revolusi Blak-Blakan soal Alasan Terjun ke Politik
Berita Terkini
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Kasus Korupsi MBG, Kejagung...
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Buka Kemungkinan Periksa Nanik S Deyang
Infografis
5 Fakta OTT Wamenaker...
5 Fakta OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Sita Uang dan Puluhan Kendaraan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved