SMS Hary Tanoe Bukan Ancaman, tapi Idealisme untuk Perbaiki Bangsa
Jum'at, 30 Juni 2017 - 17:02 WIB
SMS Hary Tanoe Bukan Ancaman, tapi Idealisme untuk Perbaiki Bangsa
A
A
A
BAU-BAU - Isi pesan singkat atau SMS Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo kepada Jaksa Yulianto dinilai sama sekali tidak mengandung ancaman.
SMS tersebut justru menunjukkan idealisme dan komitmen Hary Tanoe yang ingin memperbaiki bangsa.
"Isi SMS Hary Tanoe bersifat umum dan idealis dan tidak mengancam seseorang," kata Ketua DPD Partai Perindo Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, Arifin, Kamis 29 Juni 2017. (Baca juga: SMS Hary Tanoe Diproses, Pakar Hukum Heran )
Dalam SMS tersebut, kata Arifin, Hary Tanoe juga tidak menyebut Yulianto sebagai seseorang yang salah. Oleh karena itu, kata dia, SMS Hary Tanoe tidak memenuhi unsur melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
"Isi SMS itu yang antara lain menyebutkan, 'Apabila saya jadi pimpinan negeri ini, di situlah saatnya Indonesia akan dibersihkan,' Ini adalah bahasa idealisme dari semua politisi, termasuk Presiden saat kampanye mengucapkan hal seperti itu," tutur Arifin.
Sebagai kader Partai Perindo, Arifin menegaskan siap untuk mendampingi Hary Tanoe. "Ini murni kriminalisasi penguasa ” ucap Arifin yang juga praktisi hukum ini.
Dia menilai isi SMS HT sebagai wujud idealisme anak bangsa yang peduli terhadap perbaikan dan kesejahteraan bangsa Indonesia, khususnya reformasi di bidang hukum
SMS tersebut justru menunjukkan idealisme dan komitmen Hary Tanoe yang ingin memperbaiki bangsa.
"Isi SMS Hary Tanoe bersifat umum dan idealis dan tidak mengancam seseorang," kata Ketua DPD Partai Perindo Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, Arifin, Kamis 29 Juni 2017. (Baca juga: SMS Hary Tanoe Diproses, Pakar Hukum Heran )
Dalam SMS tersebut, kata Arifin, Hary Tanoe juga tidak menyebut Yulianto sebagai seseorang yang salah. Oleh karena itu, kata dia, SMS Hary Tanoe tidak memenuhi unsur melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
"Isi SMS itu yang antara lain menyebutkan, 'Apabila saya jadi pimpinan negeri ini, di situlah saatnya Indonesia akan dibersihkan,' Ini adalah bahasa idealisme dari semua politisi, termasuk Presiden saat kampanye mengucapkan hal seperti itu," tutur Arifin.
Sebagai kader Partai Perindo, Arifin menegaskan siap untuk mendampingi Hary Tanoe. "Ini murni kriminalisasi penguasa ” ucap Arifin yang juga praktisi hukum ini.
Dia menilai isi SMS HT sebagai wujud idealisme anak bangsa yang peduli terhadap perbaikan dan kesejahteraan bangsa Indonesia, khususnya reformasi di bidang hukum
(dam)