Respons Pemerintah Soal Antisipasi Pergerakan ISIS di Filipina
Kamis, 22 Juni 2017 - 18:03 WIB
Respons Pemerintah Soal Antisipasi Pergerakan ISIS di Filipina
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menilai, banyak negara yang memiliki kepentingan untuk mengantisipasi pergeseran militan Islamic State Irak of Syria (ISIS) di Marawi, Filipina.
Menurut Wiranto, sudah ada wacana untuk saling membantu dalam upaya menangkal penyebaran militan ISIS seperti yang dilakukan antara Indonesia-Australia, dan Indonesia-Filipina.
"Kita punya prinsip bahwa tidak mungkin satu negara itu sendirian melawan terorisme. Sehingga termasuk Presiden Duterte pun memberikan lampu hijau untuk mendapatkan bantuan dari negara lain," ujar Wiranto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/6/2017).
Meski demikian, bantuan kerja sama dalam bentuk operasi militer dinilai ada prosedur yang harus dilalui setiap negara. Terkait rencana kerja sama ini, tengah dipersiapkan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu.
Wiranto menuturkan, pada Juli mendatang akan dilakukan pertemuan enam negara di Manado yang membahas masalah penanggulangan ISIS di Marawi.
"Jadi sabar saja, enggak ada masalah. Itu sesuatu yang sangat wajar, bahwa kerja sama antar negara untuk menanggulangi terorisme. Sesuatu yang wajar," pungkasnya.
Menurut Wiranto, sudah ada wacana untuk saling membantu dalam upaya menangkal penyebaran militan ISIS seperti yang dilakukan antara Indonesia-Australia, dan Indonesia-Filipina.
"Kita punya prinsip bahwa tidak mungkin satu negara itu sendirian melawan terorisme. Sehingga termasuk Presiden Duterte pun memberikan lampu hijau untuk mendapatkan bantuan dari negara lain," ujar Wiranto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/6/2017).
Meski demikian, bantuan kerja sama dalam bentuk operasi militer dinilai ada prosedur yang harus dilalui setiap negara. Terkait rencana kerja sama ini, tengah dipersiapkan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu.
Wiranto menuturkan, pada Juli mendatang akan dilakukan pertemuan enam negara di Manado yang membahas masalah penanggulangan ISIS di Marawi.
"Jadi sabar saja, enggak ada masalah. Itu sesuatu yang sangat wajar, bahwa kerja sama antar negara untuk menanggulangi terorisme. Sesuatu yang wajar," pungkasnya.
(maf)