Reaksi Menko Polhukam Sikapi Informasi Keberadaan ISIS di Jawa Timur

Selasa, 13 Juni 2017 - 18:35 WIB
Reaksi Menko Polhukam...
Reaksi Menko Polhukam Sikapi Informasi Keberadaan ISIS di Jawa Timur
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan meminta semua pihak agar berhati-hati dalam menyampaikan informasi yang menyebutkan kelompok ektremes Islamic State Irak and Syiria (ISIS) sudah tersebar di 16 daerah di Jawa Timur.

"Kita harus hati-hati, jangan sampai kita mendapatkan berita yang tidak jelas arahnya," kata Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Kendati begitu, Wiranto mengakui ISIS berupaya mengembangkan wilayah ke Poso dan Marawi, Filipina, setelah di Suriah digempur pasukan koalisi.

Sementara di Poso, basis ISIS sudah digempur dan diawasi. Menurut dia, kini jaringan ISIS di Poso tersisa sekira enam orang. "Sehingga tidak pas untuk basis baru ISIS di Asia Tenggara sehingga kemudian mengarahkan ke Filipina Selatan dan sekarang sudah terjadi di sana, digempur lagi oleh Filipina," katanya.

Terkait antisipasi jaringan ISIS menyebar ke Asia Tenggara, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan lima negara, yakni New Zealand, Australia, Brunei Darussalam, dan Malaysia untuk membuat pertemuan bersama.

Menurut dia, Indonesia ditunjuk sebagai 'host' dan Australia 'co-host'. Pertemuan itu dimaksudkan untuk mem-back-up Filipina.

Wiranto menjelaskan, dalam teorinya, gerakan ISIS yang digempur di Suriah akan mengembangkan jaringannya dengan cara melakukan rekrutmen anggota atau diistilahkan divergen.

Dahulu istilahnya convergen. Sekarang istilahnya divergen, yakni menyebarkan rekrutan mereka. "Di-brainwash (cuci otak), dikasih ideologi-ideologi yang radikal, dilatih, diajak bertempur. Tapi tatkala mereka kepepet, mereka kemdian beralih ke metoda divergen. Mereka sebarkan sekarang," katanya.

Informasi mengenai gerakan ISIS sudah tersebar di 16 daerah disampaikan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Hamli.

Seperti dikutip dari beberapa media online, Brigadir Jenderal Polisi Hamli menjelaskan anggota ISIS di belasan daerah itu sudah bergerak menyebarkan radikalisme dan paham-pahamnya.
(dam)
Berita Terkait
Panglima Tertinggi Negara...
Panglima Tertinggi Negara Islam di Irak Jassim Al-Mazrouei Tewas Terbunuh
Terungkap, Pengantin...
Terungkap, Pengantin ISIS Shamima Begum Diselundupkan ke Suriah oleh Mata-mata Kanada
Rusia Pulangkan 145...
Rusia Pulangkan 145 Anak Militan ISIS dari Suriah dan Irak
Profil Abu al-Hassan...
Profil Abu al-Hassan al-Hashemi al-Quraishi, Pemimpin ISIS yang Meledakkan Dirinya Saat Dikepung
Profil Jassim Al Mazrouei...
Profil Jassim Al Mazrouei Jenderal Tertinggi ISIS yang Berhasil Dibunuh Tentara Irak
Mengapa ISIS Tidak Berani...
Mengapa ISIS Tidak Berani Menyerang Israel? Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Kaesang Nyaleg di Dapil...
Kaesang Nyaleg di Dapil Puan: Ujian Pengaruh Jokowi di Kandang Banteng PDIP
Herti Sastra Munthe...
Herti Sastra Munthe Siap Terapkan Hasil Bimtek Perindo di Deli Serdang
Kawal Ketat APBD, Legislator...
Kawal Ketat APBD, Legislator Partai Perindo Lombok Barat Dapat Apresiasi dari Angela Tanoesoedibjo
PBNU Minta Jaksa Agung...
PBNU Minta Jaksa Agung Tak Kendur Berantas Korupsi meski Diterpa Kasus Jampidsus
Wabup Maluku Tengah...
Wabup Maluku Tengah Sebut Bimtek Perindo Jadi Ajang Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Mengakhiri Beban Ganda...
Mengakhiri Beban Ganda Zakat dan Pajak
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved