Demo di depan Istana Ricuh, Tujuh Anggota KAMMI Ditangkap

Rabu, 24 Mei 2017 - 22:18 WIB
Demo di depan Istana...
Demo di depan Istana Ricuh, Tujuh Anggota KAMMI Ditangkap
A A A
JAKARTA - Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) rasa di depan Istana Negara, Rabu (24/5/2017), berakhir ricuh. Tujuh orang aktivis KAMMI diciduk Polisi sementara lima lainnya terluka.

Saat dikonfirmasi SINDOnews, Ketua Pengurus Wilayah KAMMI DKI Jakarta Najmu Fuadi menuturkan, aksi unjuk rasa yang dilakukan KAMMI untuk menuntut penegakan hukum yang berkeadilan di Indonesia.

Aksi dimulai pukul 14.00 WIB awalnya berlangsung kondusif. Para anggota KAMMI bergiliran menyampaikan orasi. Mereka membawa atribut KAMMI, bendera, serta poster yang berisikan ironi penegakan hukum di indonesia. "19 tahun reformasi membuat kondisi negara semakin jauh dari cita-cita kemerdekaan," ungkap Najmu.

KAMMI menuntut pemerintah segera menuntaskan berbagai kasus korupsi yang mandek seperti mega skandal Bantuan Likuditas Bank Indonesia (BLBI), bailout Bank Century dan kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Selain itu, lanjut Najmu, KAMMI menilai supremasi hukum di Indonesia masih lemah, hal itu ditandai dengan penunjukan Jaksa Agung dari kalangan partai politik. "Hadirnya M Prasetyo sebagai Jaksa Agung menjadi tanda kematian hukum. Kondisi ini menggambarkan bahwa hukum telah dikangkangi oleh kepentingan politik" kata Najmu.

Pihak KAMMI, tutur Najmu, berupaya untuk melakukan negoisasi dengan Polisi dan disepakati massa aksi akan membubarkan diri setelah melakukan solat Magrib.

Dalam waktu bersamaan, pimpinan aksi meminta massa aksi duduk untuk menenangkan suasana. "Saat kami duduk ada polisi yang mencoba memprovokasi dengan merebut alat pengeras suara," tutur Najmu.

Kericuhan tak terhindarkan. Tujuh orang mahasiswa diciduk polisi termasuk salah satunya Ketua Umum KAMMI. Sementara itu lima orang mahasiswa terluka. "Lima orang korban luka sedang divisum," kata Najmu.

Kondisi ricuh membuat mahasiswa mundur dan istirahat dengan dilanjutkan salat maghrib. Setelah salat maghrib, mahasiswa melanjutkan menyampaikan sikapnya dan menutup dengan doa.
(dam)
Berita Terkait
Demo Serentak Mahasiswa...
Demo Serentak Mahasiswa Se-Indonesia di Palembang Diwarnai Kericuhan
Aksi Demo Mahasiswa...
Aksi Demo Mahasiswa ‘Indonesia Gelap’ di Patung Kuda
Demo Indonesia Gelap,...
Demo Indonesia Gelap, Pakar Hukum: Bentuk Ekspresi Pesimisme Masyarakat Ubah Jadi Optimisme
Mahasiswa Demo DPR:...
Mahasiswa Demo DPR: Menagih 17+8 Tuntutan Rakyat
Demo Mahasiswa Uhamka...
Demo Mahasiswa Uhamka di Sudirman Diwarnai Saling Dorong dengan Polisi
Demo Indonesia Gelap...
Demo Indonesia Gelap di Patung Kuda, Ribuan Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemerintah
Berita Terkini
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Infografis
18 Negara dengan Gaji...
18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved