Hadapi Kesenjangan Vertikal-Horizontal, Indonesia Harus Ubah Sistem Ekonomi

Rabu, 17 Mei 2017 - 01:00 WIB
Hadapi Kesenjangan Vertikal-Horizontal,...
Hadapi Kesenjangan Vertikal-Horizontal, Indonesia Harus Ubah Sistem Ekonomi
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, kapitalisme menyebabkan Indonesia menghadapi dua kesenjangan. Pertama, secara vertikal yakni kesenjangan kesejahteraan masyarakat dan secara horizontal berupa kesenjangan pembangunan antardaerah.

Menurut HT, Indonesia belum siap menerapkan kapitalisme karena mayoritas masyarakat masih tertinggal pendidikan dan kesejahteraannya. Kapitalisme, kata HT, memaksa masyarakat yang sudah dan belum mapan saling berhadapan dengan perlakuan yang sama.

Akibatnya, ekonomi terkonsentrasi pada masyarakat yang sudah mapan karena lebih siap secara jaringan, modal, dan lainnya. Pembangunan pun terkonsentrasi di tempat tertentu. Dari 514 kabupaten/kota kurang dari 10 yang sudah terbangun dengan baik

Tanpa membenahi kesenjangan vertikal dan horizontal tersebut, Indonesia akan terus berputar-putar sebagai negara berkembang. Dia mengatakan, sistem ekonomi harus diubah agar Indonesia bisa cepat menjadi negara maju. Pembangunan harus diarahkan ke daerah-daerah agar merata.

“Membangun Indonesia ke depan harus mempersempit kesenjangan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan antar daerah,” tutur HT, Selasa (16/5/2017).

Di sisi lain, lanjut HT, masyarakat bawah didorong ke menengah, yang menengah naik ke atas agar lebih banyak penggerak ekonomi nasional. "Membangun Indonesia maju harus vertikal mempercepat masyarakat bawah naik ke atas, dan horizontal merata di seluruh daerah," tutur pria asal Surabaya ini.

Dia mengatakan, butuh keberpihakan agar masyarakat bisa bertumbuh dan naik kelas. Artinya ada perlakuan khusus, misalnya UMKM diberikan kemudahan mengakses dana murah, pelatihan keterampilan dan proteksi.

Begitu pun petani. Salah satu permasalahan utama mereka, hanya penggarap lahan. Kapan saja bisa kehilangan lahan garapan dan menjadi pengangguran saat pemilik menjual lahannya untuk beralih fungsi. Perlu mekanisme agar petani bisa memiliki lahan. Misalnya disediakan lahan yang bisa dicicil dengan hasil panen mereka.
(wib)
Berita Terkait
Elektabilitas Partai...
Elektabilitas Partai Perindo Meroket Hingga tembus3,3%
Profile Partai Perindo
Profile Partai Perindo
Longmarch Partai Perindo...
Longmarch Partai Perindo ke KPU Dimulai, Dipimipin Langsung Hary Tanoesoedibjo
Ini Tanda Sayap Partai...
Ini Tanda Sayap Partai Perindo untuk Indonesia Sejahtera
Tiba di KPU, Hary Tanoesoedibjo...
Tiba di KPU, Hary Tanoesoedibjo Optimis Perindo Dapatkan Dua Digit Kursi di Pemilu 2024
Video Profile Partai...
Video Profile Partai Perindo
Berita Terkini
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved