Presiden Harus Bisa Akses Informasi ke Pusat Komando Operasi

Sabtu, 13 Mei 2017 - 20:39 WIB
Presiden Harus Bisa...
Presiden Harus Bisa Akses Informasi ke Pusat Komando Operasi
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan dapat mengakses informasi secara langsung terkait operasi militer TNI. Dengan begitu, Presiden dapat mengambil keputusan ketika menghadapi situasi tertentu.

Hal itu disampaikan Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan, Unhan, Laksda TNI Amarullah Octavian saat seminar nasional memperingati Hari Pendidikan Angkatan Laut (Hardikal) ke-71 yang di gelar gedung Graha Samudera Bumimoro (GSB), Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (13/5/2017).

"Intinya, Kantor Presiden dapat mengakses semua informasi langsung ke Pusat-pusat Pengendalian Operasi Komando Armada RI Kawasan Timur, Komando Armada RI Kawasan Barat dan Komando Korps Marinir," ujarnya.

Octavian menilai, pentingnya melaksanakan interoperability sistem informasi yang ada di organisasi TNI AL secara keseluruhan. Proses tersebut dilakukan secara berjenjang, bertingkat dan berlanjut mulai level TNI AL, level TNI, level Kemhan RI hingga level Kantor Presiden.

"Interoperability sistem informasi juga harus selaras dengan sistem informasi yang dikembangkan Kemeninfo RI agar compatible dalam tataran system of system dan familiy of system," ucapnya.

Dengan teknologi informasi yang sudah berkembang dewasa ini, maka integrasi sistem informasi harus meningkat ke tahap berikutnya yaitu interoperability sistem informasi.

"Di negara-negara yang sudah maju, konsep interoperability bahkan sudah pada tahap composability. Jadi, saya menjelaskan prosesnya mulai dari integrasi sistem informasi, interoperability sistem informasi hingga composability sistem informasi," katanya.

Kemampuan akses informasi tersebut, kata dia, merupakan sarana Presiden RI sebagai Pemegang Kekuasaan Tertinggi TNI dapat memantau secara langsung semua operasi militer TNI AL.

"Dengan kemampuan tersebut, maka Presiden dapat langsung mengambil keputusan jika skenario terburuk di lapangan terjadi," tuturnya.

Karenanya, peran lembaga pendidikan TNI AL ke depan adalah menyiapkan para prajuritnya untuk sistem informasi nasional melalui kurikulum pendidikan yang terstruktur dan sistematis.

"Khusus untuk Sekolah Tinggi Teknologi TNI Angkatan Laut (STTAL), maka terbuka peluang untuk membuka satu Program Studi S-2 baru, yaitu Program Studi Integrasi dan Interoperability System," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Kemhan Serahkan 769...
Kemhan Serahkan 769 Unit Alat Pertahanan & Keamanan ke TNI, Tambah Kekuatan Militer Indonesia
Gubernur Lemhannas:...
Gubernur Lemhannas: Transformasi Militer Tak Cukup sampai 2045
Kemitraan Pertahanan...
Kemitraan Pertahanan Baru Mesir-Turki Bisa Geser Keseimbangan Kekuatan Regional
Pakar Sebut Indonesia...
Pakar Sebut Indonesia Butuh Bangun Daya Tangkal Asimetris Hadapi Persaingan Global
Ada Sekitar 5 Juta ASN,...
Ada Sekitar 5 Juta ASN, Kabacadnas: Potensi Kekuatan Pertahanan Terbesar Indonesia
Anggaran Militer Arab...
Anggaran Militer Arab Saudi 2 Tahun Terakhir, Rp652 Triliun untuk 2022
Berita Terkini
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved