KPK Tetapkan Dirut Askrindo Jadi Tersangka

Rabu, 03 Mei 2017 - 20:28 WIB
KPK Tetapkan Dirut Askrindo...
KPK Tetapkan Dirut Askrindo Jadi Tersangka
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Asuransi Jasa Indonesia (persero) atau Jasindo yang kini Dirut PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), Budi Tjahjono (BTJ), sebagai tersangka.

"Pada akhir Maret lalu kita tingkatkan kasusnya ke penyidikan dengan menetapkan BTJ sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Febri memaparkan, Budi ‎selaku direksi diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan kewenengan untuk memperkara diri sendiri atau orang lain atau korporasi terkait pembayaran komisi fiktif asuransi oil and gas BP Migas-KKKS.

Atas perbuatannya, Budi yang kini menjabat sebagai Dirut PT Askrindo, disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-(1) KUHPidana.

"Akibat perbuatan tersebut, negara diduga dirugikan Rp15 miliar. Kerugian negara ini dihitung dalam pembayaran agen yang dilakukan fiktif. Diduga agen tidak melakukan kegiatan tapi mendapatkan fee. Untuk perhitungan finalnya kami akan koordinasi dengan BPK," ucap Febri.

Febri mengungkapkan, penetapan Budi Tjahjono sebagai tersangka jelas merupakan kewenangan KPK. Pasalnya, Budi masuk kategori sebagai penyelenggara negara sebagaimana diatur dalam UU Nomor 28/1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bebas dari KKN.

"BTJ sudah diperiksa sebagai tersangka pada Jumat dua pekan lalu," tuturnya.

Febri menjelaskan, penyelidikan kasus ini dilakukan sejak pertengahan 2016. Ada sejumlah modus yang dilakukan Budi. Pertama, Budi memerintahkan bawahannya untuk menunjuk agen untuk dua proses pengadaan.

Prosesnya pada 2009 ditunjuk satu agen untuk pengadaan 2010-2012. Kedua, untuk pengadaan 2012-2014 ditunjuk satu agen lainnya. Padahal tender atau lelang pengadaan asuransi di BP Migas dilakukan secara terbuka.

Modus kedua, untuk mengikuti tender PT Jasindo (persero) membentuk konsorsium yang terdiri dari PT Jasindo Persero sebagai leader dengan anggota Tugu Pratama Indonesia, Astra Buana, Wahana Tata, Central Asia, dan Adira Dinamika.

Ketiga, setelah BP Migas membayarkan premi asuransi ke PT Jasindo (persero) masing-masing setelah dua tahap pengadaan, maka PT Jasindo (persero) mengucurkan uang dengan total Rp15 miliar ke dua agen berbeda tadi.

"Padahal tidak diperlukan agen karena proses lelang sudah terbuka. Komisi tersebut (Rp15 miliar) juga mengalir ke sejumlah pejabat Jasindo. Dua agen itu perseorangan diduga memiliki hubungan dengan tersangka BTJ. Untuk nilai total preminya (berapa triliun) masih sedang kita hitung," ungkapnya.
(maf)
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved