Soal Hak Angket, Masinton Sebut KPK Lebay

Sabtu, 22 April 2017 - 16:34 WIB
Soal Hak Angket, Masinton...
Soal Hak Angket, Masinton Sebut KPK Lebay
A A A
JAKARTA - Sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai berlebihan jika menganggap hak angket DPR untuk menghambat pengusutan kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

"Itu KPK lebay (berlebihan). KPK sedang melakukan politik koruptorisasi," kata Masinton usai menjadi narasumber acara diskusi Polemik SINDO Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4/2017)

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK curiga rencana Komisi III DPR menggunakan hak angket untuk membuka rekaman pemeriksaan anggota Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani untuk menghambat penanganan kasus korupsi e-KTP. (Baca Juga: KPK Curiga Hak Angket Kasus Miryam untuk Hambat Kasus E-KTP )

Miryam S Haryani adalah tersangka kasus keterangan palsu dalam pemeriksaan sebagai saksi kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Menurut dia, jangan menganggap setiap orang yang mengkritik atau menentang KPK sebagai prokoruptor.

"Kalau saya korupsi, tangkap. Tapi jangan dituduh menekan-nekan. Kalau saya korup, tangkap, gitu aja. Jangan menuduh menekan-nekan (Miryam S Haryani, red), menghambat penyidikan, itu enggak benar," papar Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini. (Baca Juga: DPR Tolak Anggapan Angket Kasus Miryam untuk Intervensi KPK )

Masinton meminta agar KPK membuka rekaman pemeriksaan yang menyebut sejumlah anggota DPR, termasuk dirinya menekan Miryam.

"Rekamannya ada enggak pernyataan itu, pernyataan yang nyebut anggota Komisi III melakukan penekanan, itu saja kok. Bagian sekuel kecil, kalau itu tiga detik, ya tiga detik," ucapnya.

Dia ingin kesaksian di persidangan kasus e-KTP yang menyebut beberapa anggota Komisi III DPR menekan Miryam diluruskan.‎

"Enggak usah pakai angket. Saya tantang. Buka, siapa yang berbohong, KPK sedang mengkriminalisasi saya atau memang saya menekan Miryam, buktikan," tegasnya.
(dam)
Berita Terkait
Antrian E KTP Ricuh
Antrian E KTP Ricuh
Meraup Rezeki Lewat...
Meraup Rezeki Lewat Jasa Reparasi KTP
Ricuh Pengurusan E-KTP
Ricuh Pengurusan E-KTP
Pembuatan KTP Elektronik...
Pembuatan KTP Elektronik di Rumah Bagi Warga Berkebutuhan Khusus
Kemendagri Permudah...
Kemendagri Permudah Transgender Dapatkan e-KTP
Cara Membuat Watermark...
Cara Membuat Watermark Pada e-KTP
Berita Terkini
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Infografis
5 Fakta OTT Wamenaker...
5 Fakta OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Sita Uang dan Puluhan Kendaraan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved