DPR Diminta Teliti, Jangan Pilih Komisioner BPK Bermasalah

Selasa, 04 April 2017 - 15:01 WIB
DPR Diminta Teliti,...
DPR Diminta Teliti, Jangan Pilih Komisioner BPK Bermasalah
A A A
JAKARTA - Komisi XI DPR diminta teliti dalam melakukan seleksi calon komisioner Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). DPR Harus menelusuri rekam jejak setiap calon, agar BPK benar-benar diduduki orang yang berintegritas.

Sebab bila BPK dihuni orang-orang yang memiliki masalah, baik itu persoalan hukum, dan atau seseorang yang tersandera masalah lainnya, maka sudah dapat dipastikan orang tersebut tidak akan bekerja profesional.

"DPR dalam seleksi calon komisioner BPK harus melihat rekam jejak calon. Karena penting buat pertimbangan, DPR harus memilih orang yang miliki integritas," kata pengamat politik dan anggaran Uchok Sky Khadafi, di Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Dirinya mencontohkan, seseorang yang pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), secara integritas tidak baik untuk memimpin BPK. "Orang yang pernah dipanggil KPK sudah pasti integritas tidak baik," ucap Uchok.

Selain tidak memilih orang-orang yang bermasalah secara hukum, komisi XI DPR juga diharap tidak mengutamakan atau mengistimewakan petahana dalam uji kelayakan dan kepatutan. "Dan incumbet-incumbet jangan diloloskan. Karena tidak sehat, tidak bagus untuk memimpin BPK kedepan," tuturnya.

Hal tersebut harus dilakukan DPR bila mereka memang berniat mengabdi pada negara, bukan pada kekuasaan semata. Diketahui, mulai Senin 3 April 2017, DPR melakukan uji kelayakan dan kepatutan calon penghuni BPK.

Dari 26 calon, nantinya komisi XI akan memilih dua calon untuk menempati dua posisi yang akan segera ditinggalkan pemiliknya karena pensiun. Adapun posisi yang saat ini tengah direbutkan yaitu, Wakil Ketua yang ditempati Sapto Amal Damandari, dan Anggota I BPK yang ditempati Agung Firman Sampurna.
(maf)
Berita Terkait
Kemnaker Bertekad Pertahankan...
Kemnaker Bertekad Pertahankan Opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan
Sudah Jatuh Tempo, 16...
Sudah Jatuh Tempo, 16 Temuan LHP BPK Belum Ditindaklanjuti
Ada Apa, Laporan Keuangan...
Ada Apa, Laporan Keuangan KPU dan BSSN Tidak Dapat WTP dari BPK
BPK Ungkap 6.011 Masalah...
BPK Ungkap 6.011 Masalah pada APBN 2021, Nilainya Capai Rp31,34 Triliun
BPK Gelar Edukasi Akuntabilitas...
BPK Gelar Edukasi Akuntabilitas bagi Kalangan Muda
DPR Sahkan Politikus...
DPR Sahkan Politikus Golkar Ahmadi Noor Supit Jadi Anggota BPK Periode 2022-2027
Berita Terkini
Kejagung Pelajari Alat...
Kejagung Pelajari Alat Bukti Kasus Febrie Adriansyah dari Polri
MAKI Sebut Pelimpahan...
MAKI Sebut Pelimpahan Penanganan Perkara Febrie Ardiansyah Tabrak KUHAP Baru
Lantik Pengurus Golkar...
Lantik Pengurus Golkar Aceh, Bahlil Instruksikan Konsolidasi dan Tambah Kursi Legislatif
Belum Ditahan, di Mana...
Belum Ditahan, di Mana Febrie Adriansyah usai Jadi Tersangka Korupsi?
ASN Diizinkan Antar...
ASN Diizinkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Menteri PANRB: Tak Boleh Mengurangi Kualitas Pelayanan Publik
30 Pati TNI AU Naik...
30 Pati TNI AU Naik Pangkat, Danlanud Sultan Hasanuddin Pecah Bintang
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved