Mengungkap Filosofi Gedung Merah Putih KPK

loading...
Mengungkap Filosofi Gedung Merah Putih KPK
Mengungkap Filosofi Gedung Merah Putih KPK
A+ A-
JAKARTA - Setiap orang yang melintasi Jalan Kuningan, Jakarta Selatan tentu pernah melihat gedung tinggi berwarna hitam, putih dan merah. Gedung itu beralamat di Jalan Kuningan Persada Kavling 4, Kuningan, Jakarta Selatan.

Bangunan tersebut dinamakan Gedung Merah Putih. Tidak sulit membedakan gedung tersebut dibandingkan gedung-gedung di sekitarnya. Warna gedung terbagi dua bagian, merah dan putih sangat mudah dikenali.

Sejak 6 Februari 2017, gedung yang memiliki 16 lantai itu telah digunakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Gedung tersebut berdiri di atas lahan seluas 39.629 meter persegi yang dibangun sejak tahun 2013 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 29 Desember 2015 bersamaan dengan perayaan ulang tahun ke-12 KPK.

Gedung ini sekitar 500 meter dari gedung lama yang terletak di Jalan HR Rasuna Said Kavling C1.Gedung tersebut terbagi dua bagian, gedung utama yang terdiri atas 16 lantai dan gedung penunjang.

Di gedung penunjang ada auditorium di lantai 2, masjid lantai 3, dan rumah tahanan berkapasitas 32 tahanan di lantai 1.

Keberadaan Gedung Merah Putih KPK tak bisa dilepaskan dari tiga semangat atau filosofi. Keagamaan, kebangsaan, dan perjuangan masyarakat.



Hal itu diakui Wakil Ketua KPK Thony Saut Situmorang, Juru Bicara KPK Febri Diansyah, dan Kepala Unit Pengelola Gedung KPK Sri Sembodo Adi sebelum, saat, dan setelah tur Gedung Merah Putih KPK, Minggu 19 Februari 2017.

Di bagian kiri teman depan Gedung Merah Putih KPK terdapat pohon bodhi (ficus religiosa). Saut mengungkapkan pernah ditanya pimpinan yayasan keagamaan yang dipimpin oleh beragama Buddha mengenai pohon tersebut.

Dia pun menjelaskan dari sisi sejarah, pohon bodhi dikenal sebagai tempat Buddha Gautama bersemedi dan mendapat pencerahan. Mendengar penjelasan Saut,k etua yayasan mengakui filosofi tersebut cukup mendalam.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top