HT: Ekonomi Kuat Ditopang Pasar Modal Kuat

Selasa, 14 Februari 2017 - 02:08 WIB
HT: Ekonomi Kuat Ditopang...
HT: Ekonomi Kuat Ditopang Pasar Modal Kuat
A A A
JAKARTA - Pasar modal harus terus didorong untuk bertumbuh. Sumber pembiayaan jangka panjang ini diperlukan untuk membangun kekuatan ekonomi Indonesia.

"Ekonomi kuat ditopang pasar modal yang kuat," kata Chairman & CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) saat memberikan arahan dan proyeksi pasar modal 2017 di MNC Securities Investor Gathering 2017, Senin (13/2/2017)

HT menjelaskan, perbankan dan pasar modal adalah pilar dunia keuangan. Namun, pasar modal dan perbankan masih timpang. Ketimpangan tersebut terlihat dari jumlah pemilik rekening pasar modal yang jauh lebih kecil dibanding dengan perbankan. Jumlah emiten di Indonesia pun masih kecil.

Begitu juga perputaran dana di perbankan jauh lebih kecil. "Saat ini dana di pasar modal masih kurang dari 10% dana di bank," kata HT.

Sebagai gambaran, seluruh modal yang berada di manajemen investasi kurang dari Rp500 triliun, sementara seluruh dana pihak ketiga yang ada di perbankan mencapai Rp5.000 triliun.

Peran pasar modal sangat penting bagi kemajuan ekonomi negara. Sebagai gambaran HT memberikan contoh China yang berhasil menumbuhkan ekonominya selama 26 tahun dengan rata-rata pertumbuhan 9% antara lain karena ditopang pasar modalnya yang kuat.

HT menyampaikan, dia mendorong MNC Securities untuk menjangkau masyarakat di daerah agar masyarakat daerah bisa memiliki akses terhadap pasar modal. "Pasar modal didominasi institusi, tidak maksimal tumbuhnya," ujarnya.

Potensi Indonesia
Saat ini, lanjutnya, salah satu permasalahan bangsa adalah yang terbangun hanya di kota-kota besar. Sementara, mayoritas daerah tertinggal. Hal tersebut disebabkan penerapan pasar bebas di saat masyarakat belum siap dalam hal kesejahteraan dan pendidikan.

Pendapatan per kapita masyarakat sebesar US$ 3.600, PDB masih kurang dari US$ 1 triliun. Daya beli rendah, market kecil dan likuiditas terbatas

Namun, dalam jangka panjang HT optimistis bila perekonomian daerah dibangun Indonesia akan bertumbuh dengan pesat. Karena, Indonesia memiliki lebih banyak penopang ekonomi. "Saat pendapatan per kapita $10.000, PDB $2,6 triliun. Ekonomi kita sebesar Inggris. Kapan? Tergantung pengelolaan ekonomi negara."

HT berbagi pandangannya tentang kebijakan proteksi Amerika Serikat (AS) untuk menata perekonomian AS. Pasar bebas menyebabkan kesenjangan sosial, banyak pengangguran. Kebijakan proteksi Presiden AS Donald Trump tersebut akan banyak berpengaruh pada negara-negara yang menjadi mitra-mitra besar AS selama ini.

"Kalau Indonesia pandai manfaatkan peluang, kita jadi negara saluran perpindahan kapital," kata dia.

Bila hal tersebut terjadi, lanjut HT, ekonomi Indonesia bisa semakin tumbuh lebih cepat lagi.
(zik)
Berita Terkait
Miliki Visi Sejalan,...
Miliki Visi Sejalan, Lippo Group Mantapkan Kerjasama dengan MNC Group
Rangkaian HUT ke-34...
Rangkaian HUT ke-34 MNC Group dengan Menggelar Penanaman 500 Bibit Pohon
Syukuran Perayaan HUT...
Syukuran Perayaan HUT MNC Group ke 34, Hary Tanoesoedibjo Ucap Harapannya
MNC Peduli dan Posyandu...
MNC Peduli dan Posyandu Melati 9 Laksanakan Pemeriksaan Gizi Rutin
Saksikan Piala Eropa...
Saksikan Piala Eropa 2020 hanya di MNC Group!
Hari Terakhir MNC Tech...
Hari Terakhir MNC Tech Forum Bahas Kreator Hingga Literasi Digital
Berita Terkini
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Pakar Hukum Sebut Kasus...
Pakar Hukum Sebut Kasus Roy Suryo Tidak Memenuhi Syarat Deponering
Kapolri Lantik Kakorlantas...
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan 6 Kapolda, Ini Daftarnya
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved