Mantan Anggota Kabinet Jokowi: Sakiti Hati Ulama Bisa Bencana
Rabu, 08 Februari 2017 - 12:21 WIB
Mantan Anggota Kabinet Jokowi: Sakiti Hati Ulama Bisa Bencana
A
A
A
JAKARTA - Ulama tidak bisa dipisahkan dari sejarah lahirnya kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Maka itu, semua pihak diminta ikut menghormati para ulama.
Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi mengingatkan dampak negatif jika para ulama dilecehkan. Apalagi, kata dia ulama merupakan pemuka agama mayoritas di Indonesia.
"Umat Islam, mayoritas bangsa Indonesia yang memiliki kontribusi terbesar bagi lahir dan tegaknya NKRI. Jangan sakiti hati para ulamanya, bisa bencana," ujar Yuddy dalam akun Twitter @yuddychrisnandi, Rabu (8/2/2017).
Sebelumnya, umat muslim, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU) merasa tersinggung atas sikap terdakwa perkara penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau dikenal Ahok bersama tim hukumnya terhadap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin. Sikap Ahok dan tim hukumnya dalam persidangan dinilai merendahkan Ma'ruf Amin sekaligus Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Baca: Mahfud MD Tersinggung dengan Hardikan Ahok ke Ma'ruf Amin.
Hari ini Bareskrim Mabes Polri juga dijadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bachtiar Nasir. Bachtiar Nasir akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan pencucian uang. Baca: Ketua GNPF MUI Temukan Kekeliruan dalam Surat Bareskrim.
Polda Jawa Barat (Jabar) juga sudah menetapkan Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu ditetapkan tersangka terkait kasus dugaan penistaan Pancasila dan pencemaran nama baik Presiden pertama Indonesia Soekarno. Baca: Polda Jabar Tetapkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Jadi Tersangka.
Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi mengingatkan dampak negatif jika para ulama dilecehkan. Apalagi, kata dia ulama merupakan pemuka agama mayoritas di Indonesia.
"Umat Islam, mayoritas bangsa Indonesia yang memiliki kontribusi terbesar bagi lahir dan tegaknya NKRI. Jangan sakiti hati para ulamanya, bisa bencana," ujar Yuddy dalam akun Twitter @yuddychrisnandi, Rabu (8/2/2017).
Sebelumnya, umat muslim, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU) merasa tersinggung atas sikap terdakwa perkara penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau dikenal Ahok bersama tim hukumnya terhadap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin. Sikap Ahok dan tim hukumnya dalam persidangan dinilai merendahkan Ma'ruf Amin sekaligus Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Baca: Mahfud MD Tersinggung dengan Hardikan Ahok ke Ma'ruf Amin.
Hari ini Bareskrim Mabes Polri juga dijadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bachtiar Nasir. Bachtiar Nasir akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan pencucian uang. Baca: Ketua GNPF MUI Temukan Kekeliruan dalam Surat Bareskrim.
Polda Jawa Barat (Jabar) juga sudah menetapkan Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu ditetapkan tersangka terkait kasus dugaan penistaan Pancasila dan pencemaran nama baik Presiden pertama Indonesia Soekarno. Baca: Polda Jabar Tetapkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Jadi Tersangka.
(kur)