Pihak Ahok Minta SBY Orang Pertama Diperiksa Panitia Angket DPR

Sabtu, 04 Februari 2017 - 13:11 WIB
Pihak Ahok Minta SBY...
Pihak Ahok Minta SBY Orang Pertama Diperiksa Panitia Angket DPR
A A A
JAKARTA - Wacana hak angket guna menyelidiki kasus dugaan penyadapan pembicaraan Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin pada 7 Oktober 2016 tidak dipersoalkan pihak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Bahkan, Kuasa‎ Huasa Hukum ‎Ahok Tommy Sihotang‎ sepakat dengan hak angket itu sebagaimana usulan Fraksi Partai Demokrat di DPR. Namun, pihak Ahok meminta agar SBY menjadi orang pertama diperiksa panitia angket DPR nantinya.‎

"Saya praktis saja yang disebut hak angket tadi, saya setuju buat hak angket, dan yang diperiksa pertama kali adalah Pak SBY," ujar ‎Tommy dalam diskusi Polemik SINDO Trijaya Network bertajuk Ngeri-ngeri Sadap di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/2/2017).‎

Karena, kata dia, ketua umum Partai Demokrat tersebut yang ‎menggulirkan isu dugaan penyadapan tersebut. "Kita ingin tahu juga penyadapan apa yang beliau (SBY) tahu, buka hak angket dan periksa beliau," tegasnya.

Diketahui, pada persidangan kasus penistaan agama pada Selasa 31 Januari 2017, pihak Ahok mengklaim memiliki bukti KH Ma'ruf Amin menerima telepon dari SBY pada 7 Oktober 2016. ‎Kemudian, merespons pernyataan pihak Ahok‎, SBY meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas jika perbincangannya dengan Ma'ruf Amin disadap.

Sebab, menurut SBY, penyadapan bila dilakukan secara ilegal atau bukan dilakukan institusi negara yang berwenang, merupakan suatu kejahatan serius. Adapun bila hak angket sebagaimana usulan Fraksi Partai Demokrat diterima sidang paripurna nantinya, DPR membentuk panitia angket yang terdiri atas semua unsur Fraksi.

Panitia Angket dalam melaksanakan tugas penyelidikan dengan meminta keterangan dari pemerintah dan pejabatnya, saksi, pakar, organisasi profesi, dan semua pihak terkait.‎
(kri)
Berita Terkait
Kemenag Sebut 16 Kekerasan...
Kemenag Sebut 16 Kekerasan Seksual yang Bisa Dipidana sebagai
RUU Penyadapan Diusulkan...
RUU Penyadapan Diusulkan Masuk Prolegnas Prioritas 2026
Trump Dituduh Melakukan...
Trump Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Mantan Model
Kronologi Pelecehan...
Kronologi Pelecehan terhadap Jurnalis Perempuan di KRL
Demonstran di Pandeglang...
Demonstran di Pandeglang Diduga Lecehkan Wartawan, Polisi Periksa Saksi
KY Usulkan Penyadapan...
KY Usulkan Penyadapan Mandiri untuk Mengawasi Kinerja Hakim
Berita Terkini
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved