Kelompok Pemuda Tuntut Transparansi Kasus Antasari Azhar

Kamis, 02 Februari 2017 - 13:04 WIB
Kelompok Pemuda Tuntut...
Kelompok Pemuda Tuntut Transparansi Kasus Antasari Azhar
A A A
JAKARTA - Kelompok pemuda lintas organisasi, partai dan profesi hari berkumpul dalam Rembug Pemuda untuk Politik Arif (REDAPOLAR) di Jakarta, Rabu 1 Februari 2017. Rembug tersebut bertujuan mendukung Kapolda agar menuntaskan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen yang melibatkan Antasari Azhar.

REDAPOLAR digagas oleh Baroto Isman (Ketua Umum Generasi Muda Kosgoro), Kanti W Janis (Litbang PDIP), Ivanhoe Semen (Ketua DPP Garda Nasdem), Ardhi Mahardhika Wiraatmadja (Ketua Ikatan Keluarga Wiraatmadja-Paguyuban Sunda), Ricky Soerapoetra (penggiat maritim), Andi Ramadhan Nai (Sekjen Sapma Hanura), Irwan Tongari Sianturi (Ketua Perhimpunan Batak Kristen Indonesia), Ricky Mulani (Ketua Gerakan Muda Koperasi) dan Billy Bismarak (Direktur Program Yayasan Civismo). Rembug pagi itu dimoderatori oleh Dea Pranathania, penyiar radio dan pembawa berita.

Baroto Isman, koordinator rembug berharap hukum harus ditegakan, jangan disangkutpautkan dengan politik. Sementara, Kanti W Janis (Litbang PDIP) sebagai salah satu penggagas mengatakan, sebagai generasi penerus bangsa menolak warisan konflik.

"Saat giliran kami, kami tidak mau berkutat dengan kasus-kasus lama. Kenapa kami memilih kasus Pak Antasari, karena saat ini semua pihak yang terlibat masih ada, maka kami minta mereka yang menyelesaikannya. Biarkan kami di masa depan memulai tradisi berpolitik baru yang arif, beretika dan sehat," ujarnya lewat rilis yang diterima SINDOnews, Kamis (2/2/2017).

Kanti menambahkan, sekarang politik sudah tidak ada etikanya, saling tuding, saling melempar fitnah. Dia tidak mau itu menjadi tradisi.

Perwakilan dari Sapma Hanura Andi Ramadhan Nai berpandangan, baru kali ini grasi diberikan kepada warga negara Indonesia, sebelum-sebelumnya grasi diberikan kepada orang asing. Misalnya, ratu ekstasi dari Australia, Schapelle Corby. Menurutnya, ini menjadi catatan menarik.

Ivanhoe Semen, Ketua DPP Garda Pemuda Nasdem bertutur, "kami melihat proses hukum Pak Antasari yang berbau politik itu harus ditangani lebih fokus supaya tidak mengorbankan yang tidak bersalah, hukum harus menjadi panglima.”

Ardhi Mahardhika Wiraatmadja sebagai salah satu Ketua Paguyuban Sunda mengatakan, tuntutan ini sejalan dengan ajaran leluhur pada kitab Sangiyang Siksa Kandam. "Apapun hal yang patut diketahui, harus diketahui. Bila ada yang menyatakan tidak perlu tahu, itulah yang tidak akan setia kepada keahlian dirinya, leluhur pasti marah jika keahlian tidak dimanfaatkan, bila kewajiban tidak dimanfaatkan,” ujarnya.

Pada akhir acara Baroto Isman menegaskan, bahwa rembug tersebut jangan dicampurkan dengan politik. Tujuannya hanya demi tegaknya kebenaran.

"Kami ingin bekerja membangun bangsa dengan tidak dibebani persoalan warisan yang kental dengan nuansa konflik kepentingan. Kami berhak melangkah tanpa beban konflik politik yang tidak berkesudahan, supaya bisa membangun tradisi damai, santun, berbudaya, arif dan berkeadilan," tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
Polisi Periksa Antasari...
Polisi Periksa Antasari Azhar terkait Kasus Djoko Tjandra
Mantan Ketua KPK Antasari...
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar Meninggal Dunia
Ini Celah Waktu Rawan...
Ini Celah Waktu Rawan yang Kerap Dimanfaatkan Terpidana untuk Kabur
Kenang Antasari Azhar,...
Kenang Antasari Azhar, Pimpinan KPK: Sosok Tangguh Pemberantasan Korupsi
Jimly Asshiddiqie Kenang...
Jimly Asshiddiqie Kenang Antasari Azhar sebagai Sosok yang Tegas
Ini Pesan Terakhir Antasari...
Ini Pesan Terakhir Antasari Azhar ke Keluarga Sebelum Meninggal Dunia
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved