Mengancam KH Ma'ruf Amin, Ahok Buka Topeng Siapa Dia Sebenarnya

Kamis, 02 Februari 2017 - 05:16 WIB
Mengancam KH Maruf Amin, Ahok Buka Topeng Siapa Dia Sebenarnya
Mengancam KH Ma'ruf Amin, Ahok Buka Topeng Siapa Dia Sebenarnya
A A A
JAKARTA - Senator Jakarta Fahira Idris menilai Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sedang membuka topengnya sendiri. Penilaian ini terkait sikap Ahok yang melakukan intimidasi dan ancaman terhadap Ketua MUI sekaligus Rais Aam Nahdlatul Ulama (NU) KH Ma'ruf Amin saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama.

Fahira mengatakan,Rais Aam dalam tradisi NU adalah ketua umum yang sebenarnya karena beranggotakan para kiai besar NU, makanya mereka yang terpilih adalah orang yang betul-betul telah mumpuni dan sudah tidak lagi memiliki ambisi. Tuduhan Ahok kepada KH Ma'ruf Amin sebagai pembohong sangat kejam dan menyakiti hati bukan hanya warga NU tetapi juga mayoritas umat Islam.

Sikap, perilaku, dan derasnya kalimat ancaman dan intimidasi Ahok kepada KH Ma'ruf Amin, lanjut Fahira yang juga cucu dari KH Hasan Basri (mantan Ketua Umum MUI empat periode) ini, akan semakin memperbesar keyakinan hakim bahwa apa yang diucapkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif ini di Kepulauan Seribu memang benar merupakan sebuah penodaan agama dan penghinaan ulama.

“Kalau kepada ulama besar yang memimpin dua ormas Islam terbesar di Indonesia saja, Ahok tidak ada rasa hormatnya, apalagi kepada umat Islam. Kejadian ini menujukkan bagaimana sebenarnya sikap Ahok terhadap ulama dan umat Islam. Dia sudah buka topengnya sendiri di pengadilan,” kecam Fahira Idris dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Rabu, 1 Februari 2017 malam tadi.

Menurut Fahira, secara tidak langsung Ahok sudah mempertunjukkan kepada hakim bagaimana sebenarnya sikap dan perilaku dia yang memang sama sekali tidak ada hormatnya kepada ulama. Sehingga jangan heran kejadian di Kepulauan Seribu bisa terjadi.

“Jujur saya tidak habis pikir, orang ini (Ahok) maunya apa. Memang dia itu siapa berani-berani mengintimidasi, mengancam mempolisikan, bahkan seenaknya menuduh KH Ma'ruf Amin sebagai pembohong. Yang dia hardik dan ancam itu ulama yang jadi panutan ratusan juta umat Islam. Jangan mentang-mentang sudah menghajikan dan mengumrahkan marbot masjid dengan dana APBD, dia merasa lebih suci dari ulama. Banyak kepala daerah yang menghajikan warganya, tapi tidak ada yang arogan seperti dia, apalagi berani mengancam ulama” ucap Wakil Ketua Komite III DPD ini.
(whb)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1024 seconds (10.177#12.26)