Polri dan Kompolnas Bantu PBB Usut Kasus Penyelundupan Senpi di Sudan
Selasa, 31 Januari 2017 - 14:52 WIB
Polri dan Kompolnas Bantu PBB Usut Kasus Penyelundupan Senpi di Sudan
A
A
A
JAKARTA - Tim dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) masih menginvestigasi kasus dugaan penyelundupan senjata api (senpi) yang dituduhkan terhadap pasukan perdamaian Polri yang tergabung dalam Formed Police Units (FPU) VIII di Darfur, Sudan.
"Sedang dalam investigasi pihak PBB," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar di Kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017). (Baca juga: Polri Beberkan Tuduhan Pasukan RI Selundupkan Senpi di Sudan)
Dalam proses investigasi, Tim FPU VIII telah mendapatkan pendampingan dari tim Mabes Polri dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Mabes Polri dan Kompolnas, kata Boy, turut membantu tim investigasi menelusuri asa senjata api. "Sehingga dapat keterangan yang objektif terhadap keberadaan senjata api yang dituduh milik FPU VIII," kata Boy.
Mantan Kapolda Banten ini tetap yakin, pasukan FPU VIII tidak menyelundupkan senjata api. "Karena barang-barang berlabel Indonesia dan tas-tasnya seragam. Barang-barang kontingen kita senantiasa dalam pengawasan military police," ucap Boy.
"Sedang dalam investigasi pihak PBB," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar di Kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017). (Baca juga: Polri Beberkan Tuduhan Pasukan RI Selundupkan Senpi di Sudan)
Dalam proses investigasi, Tim FPU VIII telah mendapatkan pendampingan dari tim Mabes Polri dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Mabes Polri dan Kompolnas, kata Boy, turut membantu tim investigasi menelusuri asa senjata api. "Sehingga dapat keterangan yang objektif terhadap keberadaan senjata api yang dituduh milik FPU VIII," kata Boy.
Mantan Kapolda Banten ini tetap yakin, pasukan FPU VIII tidak menyelundupkan senjata api. "Karena barang-barang berlabel Indonesia dan tas-tasnya seragam. Barang-barang kontingen kita senantiasa dalam pengawasan military police," ucap Boy.
(dam)