Karier Eks Pejabat Kemenkeu yang Diduga Hendak Gabung ISIS
Jum'at, 27 Januari 2017 - 16:15 WIB
Karier Eks Pejabat Kemenkeu yang Diduga Hendak Gabung ISIS
A
A
A
JAKARTA - Nama Triyono Utomo Abdul Bakti tiba-tiba muncul di publik. Mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu dideportasi dari Suriah karena diduga hendak bergabung dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Triyono dipulangkan ke Tanah Air bersama istri dan ketiga anaknya pada 25 Januari 2017. (Baca juga: Polri: Rekrutmen Anggota ISIS Sudah Masuk Kampus)
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Suahasil Nazara mengungkapkan, Triyono merupakan pernah bekerja sebagai pegawai BKF.
Namun sejak Februari 2016, kata dia, Triyono memutuskan mengundurkan diri. "Triyono dulu adalah pegawai BKF. Tapi dia sudah mengundurkan diri sejak 2016. Secara resmi mengajukan pengunduran diri Februari 2016," kata Suahazil di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (27/1/2017).
Triyono merupakan Sarjana Sains Terapan dan Akuntan di Sekolah Tinggi Akuntansi pada 2004. Dia juga tercatat menyandang gelar Master of Public Administration (MPA) dari Flinders University of South Australia sejak 2009.
Karier Triyono di Kementerian Keuangan terbilang cukup bagus. Dia sebelumnya merupakan Ekonom di bidang Kebijakan Publik pada Pusat Kebijakan Pendapatan Negara, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan.
Sebelumnya dia juga bekerja pada Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara (DJPLN), Kemenkeu. Suahasil menegaskan, kasus yang menimpa mantan anak buahnya tersebut tidak akan mengganggu institusinya. "Enggak lah, karena ini sudah bukan orang Kemenkeu," tandasnya.
Triyono dipulangkan ke Tanah Air bersama istri dan ketiga anaknya pada 25 Januari 2017. (Baca juga: Polri: Rekrutmen Anggota ISIS Sudah Masuk Kampus)
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Suahasil Nazara mengungkapkan, Triyono merupakan pernah bekerja sebagai pegawai BKF.
Namun sejak Februari 2016, kata dia, Triyono memutuskan mengundurkan diri. "Triyono dulu adalah pegawai BKF. Tapi dia sudah mengundurkan diri sejak 2016. Secara resmi mengajukan pengunduran diri Februari 2016," kata Suahazil di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (27/1/2017).
Triyono merupakan Sarjana Sains Terapan dan Akuntan di Sekolah Tinggi Akuntansi pada 2004. Dia juga tercatat menyandang gelar Master of Public Administration (MPA) dari Flinders University of South Australia sejak 2009.
Karier Triyono di Kementerian Keuangan terbilang cukup bagus. Dia sebelumnya merupakan Ekonom di bidang Kebijakan Publik pada Pusat Kebijakan Pendapatan Negara, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan.
Sebelumnya dia juga bekerja pada Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara (DJPLN), Kemenkeu. Suahasil menegaskan, kasus yang menimpa mantan anak buahnya tersebut tidak akan mengganggu institusinya. "Enggak lah, karena ini sudah bukan orang Kemenkeu," tandasnya.
(dam)