Jadi Saksi Sri Bintang, Ichsanuddin Noorsy Dicecar 32 Pertanyaan

Rabu, 18 Januari 2017 - 18:37 WIB
Jadi Saksi Sri Bintang,...
Jadi Saksi Sri Bintang, Ichsanuddin Noorsy Dicecar 32 Pertanyaan
A A A
JAKARTA - Pengamat Politik Ekonomi Indonesia Ichsanuddin Noorsy kembali diperiksa polisi terkait kasus dugaan makar. Kali ini, Noorsy diperiksa sebagai saksi dengan tersangka Sri Bintang Pamungkas (SBP) dan dicecar 32 pertanyaan oleh penyidik.

Noorsy mengatakan, hari ini dia datang ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi di kasus dugaan makar Sri Bintang. Adapun pemeriksaan hari ini pengulangan pada tanggal 10 Januari kemarin, yang mana dia diperiksa sebagai saksi di kasus Rachmawati Soekarnoputri.

"Kalau hari ini pemeriksaan menyangkut Sri Bintang saja, ada 32 pertanyaan dari penyidik dan 14 halaman laporan," ujarnya pada wartawan usai menjalani pemeriksaannya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/1/2017).

Menurutnya, substansi pemeriksaan sejatinya tak jauh berbeda dengan kasus dugaan makar Rachmawati, hanya saja kali ini difokuskan pada Sri Bintang. Pertanyaan pun seputar pernahkan satu forum dengan Sri Bintang dan pendapatnya tentang kajian Sri Bintang.

"Saya punya kajian akademik, dan saya tak pernah lihat kajian akademik dari SBP. Lalu pada kajian di UBK, 20 November 2016 lalu, fokusnya memang ke posisi 2 kan, posisi tentang penistaan agama dan perkembangan ekonomi global," tuturnya.

Saat mengkaji soal penistaan agama, kata dia, dia melampirkan berkas tentang tujuh media asing yang menceritakan demo 411 itu dikonstruksikan demo Islam versus Kristen. Itulah yang disampaikannya pada diskusi di UBK.

Dia menerangkan, itu bukanlah peristiwa baru karena hal itu sudah menjadi kajiannya sejak tahun 2002 silam. Saat langkah dalam pemulihan ekonomi yang diambil itu salah dan menjadi puncak dengan membenarkan azas nondiskriminatif pada kebijakan ekonomi, maka akan muncul ketimpangan ekonomi, sosial, regional, intelektual, dan infrastruktur.

"Pemerintah sekarang menyebutnya sentralisasi Jawa, kalau orang baru merasakan sekarang, saya sudah ingatkan sejak 2002 lalu. Dampaknya terasa secara vertikal dan horizontal dan sudah saya sampaikan diberbagai tempat," jelasnya.

Adapun hal yang disampaikannya dengan Sri Bintang pun berbeda saat pertemuan, tambah dia, dia membicarakan tentang kesalahan struktur amandemen yang mana dia menekankan untuk pentingnya kembali ke ekonomi konstitusi.

"Kalau kenal dekat sih tidak (dengan SBP dan tersangka makar lainnya), tapi saya satu grup WA dengan mereka di Grup Peduli Negara," katanya.
(kri)
Berita Terkait
Prabowo: Ada Gejala...
Prabowo: Ada Gejala Tindakan di Luar Hukum Mengarah Makar dan Terorisme
Ketua Adat Mamta Tabi...
Ketua Adat Mamta Tabi Papua Minta Hormati Proses Hukum 7 Terdakwa Demo Anarkis
Pasca Putusan Kasus...
Pasca Putusan Kasus Demo Anarkhis, Tokoh Adat Minta Warga Papua Jaga Kedamaian
Negara Tidak Boleh Kalah,...
Negara Tidak Boleh Kalah, GM FKPPI Desak Investigasi Dugaan Makar
Kazakhstan Kacau, Presiden...
Kazakhstan Kacau, Presiden Tokayev Pecat 2 Petinggi Intelijen atas Tuduhan Makar
SETARA Institute Desak...
SETARA Institute Desak Pemerintah Bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta Demo Anarkis
Berita Terkini
Sri Radjasa Duga Ada...
Sri Radjasa Duga Ada Motif Politik di Balik Kasus Febrie Adriansyah
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan...
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan atas Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung
Eks Jampidsus Jadi Tersangka,...
Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Said Didu Minta Febrie Adriansyah Ungkap Semua Pihak yang Terlibat
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Kapolri Temui Jaksa...
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Boni Hargens Apresiasi
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved