Pengamat: Istana Ingin Kultur Berbicara Pejabat Langsung Pada Inti Persoalan

Rabu, 18 Januari 2017 - 02:09 WIB
Pengamat: Istana Ingin...
Pengamat: Istana Ingin Kultur Berbicara Pejabat Langsung Pada Inti Persoalan
A A A
JAKARTA - Menteri dan pejabat setingkat menteri kini tidak bisa leluasa saat berpidato di depan Presiden Joko Widodo. Hal ini setelah Sekretariat Kabinet menerbitkan surat yang mengatur agar menteri, kepala lembaga, Jaksa Agung, Panglima TNI dan Kapolri hanya punya waktu masimal 7 menit saat berpidato dalam kegiatan yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Pembatasan waktu pidato ini tercantum dalam surat B750/Seskab/ Polhukam/12/2016 mengenai Ketentuan Sambutan Menteri/Pimpinan Lembaga pada Kegiatan yang dihadiri Presiden. Surat yang dikeluarkan pada 23 Desember 2016 ditandatangani Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung.

Menanggapi kebijakan tersebut, Pengamat sosial budaya Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati melihat dari kaca mata berbeda. Dalam pandangannya, pembatasan waktu, yang di formalkan melalui sebuah surat edaran menjadi cara untuk secara cepat dan drastis merubah kultur masyarakat Indonesia yang terbiasa menyampaikan pesan dengan metode high context.

"High context adalah cara berkomunikasi yang menggunakan simbol simbol, tidak langsung pada inti pembicaraan dan cenderung memakan waktu yang lebih panjang," katanya, Selasa (17/1/2017).

Dia menuturkan, metode high context biasa digunakan masyarakat oleh masyarakat di Asia seperti Indonesia, Jepang dan China. Metode ini berbeda dengan gaya komunikasi low context yang menggunakan pesan pesan verbal yang langsung dan sederhana. Metode low context itu sendiri biasa digunakan oleh masyarakat Barat yang terkenal sangat efisien.

"Langkah yang diambil presiden ini dugaan saya terkait dengan berbagai prioritas kerja yang ingin dicapai oleh pemerintah, yang diharapkan dapat terwujud dalam waktu yang efektif (tepat sasaran) dan efisien (cara yang cepat)," tutur Dosen Komunikasi program Vokasi itu.

Dalam metode presentasi yang low context, sang penyampai pesan langsung masuk pada inti pembicaraan berupaya butir-butir persoalan atau capaian maupun solusi tanpa menggunakan pesan pesan tersirat yang dibungkus oleh narasi panjang. Menurut dia, presentasi adalah ketrampilan komunikasi yang dapat dilatih.

"Hanya saja, karena secara kultural, masyarakat kita masuk dalam kategori masyarakat high context maka dengan hadirnya kebijakan resmi negara, hal ini akan mampu mempercepat perubahan kultur tadi," pungkasnya.
(pur)
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
Menembus Batas Geografis,...
Menembus Batas Geografis, Layanan VIOLA Menjadi Jembatan Asa JKN di Ujung Negeri
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pengendalian Inflasi agar Tetap di Bawah Target Pemerintah
Febrie Adriansyah Tersangka...
Febrie Adriansyah Tersangka Korupsi, Kejagung Bentuk Tim Penyidik Khusus
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dialihkan dari Polri ke Kejaksaan, Kapuspenkum: Bentuk Kolaborasi
Komisi III DPR: Penyerahan...
Komisi III DPR: Penyerahan Kasus Mantan Jampidsus ke Kejagung Cegah Gesekan Antarinstitusi
Yusril Ingatkan Kejagung...
Yusril Ingatkan Kejagung Profesional dan Transparan Tangani Kasus Febrie Adriansyah
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved