Pidato Dibatasi 7 Menit, Menteri Jokowi Diharapkan Ubah Kultur

Selasa, 17 Januari 2017 - 20:36 WIB
Pidato Dibatasi 7 Menit,...
Pidato Dibatasi 7 Menit, Menteri Jokowi Diharapkan Ubah Kultur
A A A
JAKARTA - Pengamat Sosial Budaya Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati menilai, kebijakan pidato tujuh menit menteri menjadi bagian dari program revolusi mental yang menjadi ruh seluruh kebijakan negara di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pembatasan waktu, yang diformalkan melalui sebuah surat edaran menjadi cara untuk secara cepat dan drastis merubah kultur (mental) masyarakat Indonesia yang terbiasa menyampaikan pesan dengan metode high context.

"High context adalah cara berkomunikasi yang menggunakan simbol simbol, tidak langsung pada inti pembicaraan dan cenderung memakan waktu yang lebih panjang," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Selasa (17/1/2017).

Metode ini biasa digunakan masyarakat oleh masyarakat di Asia seperti Indonesia, Jepang dan China. Metode ini berbeda dengan gaya komunikasi low context yang menggunakan pesan pesan verbal yang langsung dan sederhana.

Sehingga penerima pesan tidak perlu berasumsi tentang makna dari pesan yang disampaikan. Metode komunikasi ini biasa digunakan oleh masyarakat barat yang terkenal sangat efisien.

"Langkah yang diambil presiden ini dugaan saya terkait dengan berbagai prioritas kerja yang ingin dicapai oleh pemerintah, yang diharapkan dapat terwujud dalam waktu yang efektif (tepat sasaran) dan efisien (cara yang cepat)," tutur dosen Komunikasi program Vokasi itu.

Dalam metode presentasi yang low context, sang penyampai pesan langsung masuk pada inti pembicaraan berupaya butir-butir persoalan atau capaian maupun solusi tanpa menggunakan pesan-pesan tersirat yang dibungkus oleh narasi panjang. Presentasi adalah keterampilan komunikasi yang dapat dilatih.

"Hanya saja, karena secara kultural, masyarakat kita masuk dalam kategori masyarakat high context maka dengan hadirnya kebijakan resmi negara, hal ini akan mampu mempercepat perubahan kultur tadi," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
Ogah Tanggapi Laporan...
Ogah Tanggapi Laporan Roy Suryo, Rismon: Saya Fokus Bikin Buku Gibran
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Kecewa JPU Tolak Pledoi,...
Kecewa JPU Tolak Pledoi, Nadiem Makarim: Fakta Persidangan Diabaikan
Wamenkum Ungkap Alasan...
Wamenkum Ungkap Alasan Usia Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang
Prabowo Terima Surat...
Prabowo Terima Surat Kepercayaan 9 Duta Besar Negara Sahabat
Jaga Kredibilitas Negara,...
Jaga Kredibilitas Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Korupsi MBG
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved