Hashtag #ReformasiJilid2 Trending Topic di Twitter

Senin, 09 Januari 2017 - 22:59 WIB
Hashtag #ReformasiJilid2...
Hashtag #ReformasiJilid2 Trending Topic di Twitter
A A A
JAKARTA - Hashtag #ReformasiJilid2 menjadi trending topic malam ini di Twitter. Hashtag tersebut merupakan aspirasi mahasiswa terhadap fenomena yang terjadi di Indonesia.

Fenomena tersebut terkait Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang menaikan sejumlah elemen yang sangat mempengaruhi rakyat kecil, seperti kenaikan bahan bakar minyak (BBM), kenaikan harga cabai, listrik dan tarif pembuatan STNK/BPKB.

Sejumlah netizen juga memberikan respons terkait hashtag #ReformasiJilid2. Berikut tanggapan yang dihimpun SINDOnews terkait hashtag tersebut, Senin (9/1/2016).

awk wakil kamal ‏@AwkKamal

Adik2 mahasiswa bangunlah dari tidur panjangmu #ReformasiJilid2

Rifat Islamie ‏@Rislamie_11

Halal & haram, dicampur jadi satu!! Gaya hidup Komunis&liberal! Yg penting Kaya! #ReformasiJilid2 bukan makar!! Untuk kehidupan lbh baik!

queena azmina ‏@azmina_queena

Rezim nganu sudah keterlaluan, waktunya BEM seluruh Indonesia #ReformasiJilid2

Ade Tio ‏@Devience888

ibu-ibu kami mengeluh karena biaya hidup tinggi.. #ReformasiJilid2


Sebelumnya, aksi demonstrasi yang digelar ratusan mahasiswa di depan Balai Kota Solo berlangsung panas, Senin (9/1/2017) siang. Aksi dorong antara mahasiswa dan polisi terjadi ketika ban bekas dibakar peserta aksi.

Demo tersebut dimulai sekitar pukul 10.15 WIB di Bundaran Gladak, Jalan Slamet Riyadi. Setelah puas berorasi, mereka longmarch menuju Balai Kota Solo yang berjarak sekitar 200 meter.

Secara bergantian, mereka kembali berorasi di depan pintu gerbang balai kota. Suasana mulai panas ketika mahasiswa mengeluarkan ban bekas dan membakarnya. Aksi langsung direspons polisi dengan meminta agar kobaran api dipadamkan.

Setelah berulang kali permintaan tak digubris, Polisi Dalmas diturunkan dengan membawa peralatan pemadaman api. Upaya dihalangi para mahasiswa dengan membuat barikade.

Setelah saling dorong, barikade berhasil dilewati dan kobaran api dari ban bekas berhasil dipadamkan. Adu mulut giliran terjadi ketika mahasiswa bermaksud menutup pintu gerbang balai kota.

Polisi akhirnya mengalah dan membiarkan mahasiswa menutup dan menyegel gerbang dengan spanduk. Mereka lalu membacakan sejumlah tuntutan. Yakni meminta pemerintah mencabut kenaikan bahan bakar minyak (BBM), listrik dan tarif penertiban STNK/BPKB.

Yang kedua menuntut pemerintah membatalkan kenaikan BBM non subsidi yang memicu kenaikan harga. Menuntut pemerintah mengembalikan subsidi listrik.

"Kami juga menuntut pemerintah bersikap tegas dan berhenti lempar tangan terhadap kebijakan yang menyangkut hajat dan kesejahteraan rakyat Indonesia," tandas Okta Nama Putra, koordinator umum aksi.
(maf)
Berita Terkait
Demo Serentak Mahasiswa...
Demo Serentak Mahasiswa Se-Indonesia di Palembang Diwarnai Kericuhan
Aksi Demo Mahasiswa...
Aksi Demo Mahasiswa ‘Indonesia Gelap’ di Patung Kuda
Demo Indonesia Gelap,...
Demo Indonesia Gelap, Pakar Hukum: Bentuk Ekspresi Pesimisme Masyarakat Ubah Jadi Optimisme
Mahasiswa Demo DPR:...
Mahasiswa Demo DPR: Menagih 17+8 Tuntutan Rakyat
Demo Indonesia Gelap...
Demo Indonesia Gelap di Patung Kuda, Ribuan Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemerintah
Saat Pandemi Covid-19,...
Saat Pandemi Covid-19, Aliansi Mahasiswa Papua Demo Tuntut Pembebasan 7 Tapol
Berita Terkini
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved