Perindo Salurkan Logistik untuk Korban Banjir Bima
Senin, 26 Desember 2016 - 16:59 WIB
Perindo Salurkan Logistik untuk Korban Banjir Bima
A
A
A
MATARAM - Partai Perindo Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya bisa mendirikan posko di sekitar lokasi banjir di Kota Bima. Hal ini memudahkan dalam penyaluran bantuan kepada korban banjir.
"Hari ini tim Rescue Perindo kami berangkatkan dengan membawa bantuan untuk korban banjir di Bima," kata Ketua DPW Partai Perindo NTB M Izzul Islam ketika dihubungi, Senin (26/12/2016).
Bantuan yang disalurkan berupa mie instan, biskuit, beras, pakaian layak pakai, diapers, air mineral, sarung, dan sebagainya.
Sebelumnya, Partai Perindo NTB terpaksa mendirikan dapur umum di Kabupaten Dompu yang berjarak 81 kilometer dari Kota Bima. Hal ini lantaran kondisi yang tidak memungkinkan untuk mendirikan posko di sekitar lokasi bencana.
"Kemarin kita antarkan makanan siap saji berupa nasi bungkus untuk beberapa hari. Sekarang kondisinya memungkinkan, sehingga mendirikan posko di Bima," tuturnya.
Dia mengungkapkan, beberapa titik di Bima masih tergenang banjir karena hujan yang terus mengguyur. Pihaknya akan terus menyiagakan posko untuk menyalurkan bantuan.
"Posisi Bima di cekungan yang lebih rendah dari permukaan laut menyebabkan banjir masih sulit surut. Posko kita masih siaga memberikan bantuan," terangnya.
Berdasarkan data Humas Pemerintah Kota Bima, jumlah korban banjir yang mengungsi mencapai 105.753 jiwa. Di antaranya yang mengungsi ke tempat sanak keluarga sebanyak 98.423 jiwa dan di titik pengungsian sebanyak 7.330 jiwa yang tersebar di tujuh kelurahan.
"Hari ini tim Rescue Perindo kami berangkatkan dengan membawa bantuan untuk korban banjir di Bima," kata Ketua DPW Partai Perindo NTB M Izzul Islam ketika dihubungi, Senin (26/12/2016).
Bantuan yang disalurkan berupa mie instan, biskuit, beras, pakaian layak pakai, diapers, air mineral, sarung, dan sebagainya.
Sebelumnya, Partai Perindo NTB terpaksa mendirikan dapur umum di Kabupaten Dompu yang berjarak 81 kilometer dari Kota Bima. Hal ini lantaran kondisi yang tidak memungkinkan untuk mendirikan posko di sekitar lokasi bencana.
"Kemarin kita antarkan makanan siap saji berupa nasi bungkus untuk beberapa hari. Sekarang kondisinya memungkinkan, sehingga mendirikan posko di Bima," tuturnya.
Dia mengungkapkan, beberapa titik di Bima masih tergenang banjir karena hujan yang terus mengguyur. Pihaknya akan terus menyiagakan posko untuk menyalurkan bantuan.
"Posisi Bima di cekungan yang lebih rendah dari permukaan laut menyebabkan banjir masih sulit surut. Posko kita masih siaga memberikan bantuan," terangnya.
Berdasarkan data Humas Pemerintah Kota Bima, jumlah korban banjir yang mengungsi mencapai 105.753 jiwa. Di antaranya yang mengungsi ke tempat sanak keluarga sebanyak 98.423 jiwa dan di titik pengungsian sebanyak 7.330 jiwa yang tersebar di tujuh kelurahan.
(maf)