Fahri Hamzah Minta Data Valid Jumlah TKA Ilegal China Diumumkan

Jum'at, 23 Desember 2016 - 17:04 WIB
Fahri Hamzah Minta Data...
Fahri Hamzah Minta Data Valid Jumlah TKA Ilegal China Diumumkan
A A A
JAKARTA - DPR minta pemerintah segera mengumumkan data valid soal jumlah tenaga kerja asing (TKA) ilegal, terutama TKA China di Indonesia. Pasalnya, sejauh ini data TKA ilegal dari sejumlah instansi terkait tidak sinkron.

‎Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah‎ menilai, keresahan masyarakat atas keberadaan TKA ilegal terutama dari China cukup beralasan. Terlebih ‎ditemukan TKA ilegal setelah dilakukan inspeksi mendadak (sidak).

‎"Kalau keresahan masyarakat beralasan, maka harusnya pemerintah memberikan jawaban resmi. Harus ada data yang valid, yang resmi, jangan setiap lembaga memberikan data yang berbeda-beda," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (23/12/2016).

Data valid yang dimaksud terutama soal kedatangan warga negara asing (WNA) ke Indonesia. Sebab kata dia, setiap WNA yang berkunjung ke Indonesia pasti tercatat oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

"Dirjen imigrasi harus memberikan data, sampai hari ini jumlah warga negara asing atau warga negara China yang datang itu ada berapa banyak? Pasti ada datanya dan terdata, setelah dia terdata, lalu berapa dari mereka yang merupakan tenaga kerja, sebab tenaga kerja terdata di Ditjen Imigrasi," ungkapnya.

Kemudian kata Fahri, Ditjen Imigrasi juga harus memiliki data valid soal turis mancanegara. Karena menurutnya, batas kunjungan turis ke Indonesia maksimal hanya sebulan.

"Nah data-data ini perlu disampaikan dan tidak perlu beretorika bahwa WNI kita yang menjadi tenaga kerja di tempat lain lebih banyak, itu bukan alasannya. Sebab yang membuat masyarakat gelisah itu bukan sekadar tenaga kerjanya, ini legal atau tidak legal," paparnya.

Dia menambahkan, jika TKA legal, maka apa dasar legalitasnya. "‎Karena ada undang-undang yang mengatur spesifikasi dan kriteria TKA," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Hilang 7 Hari di Konawe,...
Hilang 7 Hari di Konawe, Tenaga Kerja asal China Ditemukan Tewas di Morowali
Datang Begelombang,...
Datang Begelombang, Ratusan WNA China Masuk Indonesia dengan Izin Kerja
Jari Putus Akibat Kecelakaan...
Jari Putus Akibat Kecelakaan Kerja, WNA Filipina Ini Dievakuasi Basarnas dari Kapal Grace Barleria
Kerap Bikin Onar, 16...
Kerap Bikin Onar, 16 WNA di Cengkareng Ditangkap!
Tampang Pelaku Penusukan...
Tampang Pelaku Penusukan WNA China di Cengkareng ketika Diborgol
Warga Asing Silakan...
Warga Asing Silakan Masuk Indonesia, Ini Kriterianya
Berita Terkini
Pemilik Dolar dan Emas...
Pemilik Dolar dan Emas 74 Kg Bakal Ajukan Gugatan, Pengacara Don Ritto: Secepat-cepatnya
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved