MUI: Fatwa Sesuai Harapan Umat Islam

Selasa, 20 Desember 2016 - 16:28 WIB
MUI: Fatwa Sesuai Harapan...
MUI: Fatwa Sesuai Harapan Umat Islam
A A A
JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin meluruskan pandangan yang menganggap fatwa sebagai bentuk intoleransi umat beragama.

Menurut Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu, fatwa telah sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan umat Islam dan memang hanya ditujukan untuk umat Islam, bukan untuk intoleransi agama lain.

“Secara jelas fatwa itu ditujukan kepada umat Islam agar menjaga akidah dan keyakinannya, serta melarang pihak manapun untuk mengajak dan atau memerintahkan kepada umat Islam untuk menggunakan atribut keagamaan agamanya karena bertentangan dengan akidah dan keyakinan,” ujar Ma’ruf di Kantor MUI, Selasa (20/12/2016)

Menurut Ma’ruf sikap pandangan MUI telah banyak ditanggapi tidak proporsional bahkan di luar konteks. Padahal sebelum fatwa itu keluar, lanjut dia, Komisi Fatwa telah bekerja menelaah dan mendapat laporan dari masyarakat terkait pemaksaan kaidah tersebut. “Itu sudah lama,” kata Ma’ruf.

Dia melanjutkan, atribut dan simbol dari sebuah agama adalah bagian dari syiar agama tersebut. Oleh karena itu, kata dia, tidak tepat apabila ada pihak yang kemudian melakukan pemaksaan terhadap seorang muslim menggunakan atribut tersebut untuk menyemarakan hari besar agamanya.

”Sikap sebagian nonmuslim yang mengharuskan karyawannya (termasuk yang muslim) untuk menggunakan atribut itu yang kemudian muncul pertanyaan dari masyarakat mengenai hukum menggunakan atribut nonmuslim,” tutur Ma’ruf.

Ma’ruf menambahkan fatwa Nomor 56 Tahun 2016 tidak akan dicabut atau dibatalkan, bahkan seharusnya pemerintah melindungi umat Islam agar bisa menjalankan ajaran agamanya.

“Pemerintah harus mengawasi dan menindak pihak yang membuat aturan, ajakan dan tekanan kepada pegawai, karyawannya apabila diminta melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agamanya, seperti menggunakan atribut itu. Ini permintaan kepada pemerintah,” katanya.

Sementara itu Mabes Polri memprotes ormas Islam yang berinisiatif menyosialisasikan fatwa MUI di tempat perbelanjaan. Kepolisian mengingatkan ormas Islam seharusnya berkoordinasi terlebih dahulu dengan kepolisian sebelum melakukan sosialisasi tersebut.

"Kita menyayangkan kegiatan itu. Mereka tidak memiliki kewenangan," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Martinus Sitompul di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin, 19 Desember 2016.
(dam)
Berita Terkait
MUI Kritisi Acara Pemerintah...
MUI Kritisi Acara Pemerintah Tak Perhatikan PSBB Protokol Kesehatan
Polisi Gelar Olah TKP...
Polisi Gelar Olah TKP Pasca Penembakan di Kantor MUI
Usai Terjadi Penembakan,...
Usai Terjadi Penembakan, Kantor MUI Dijaga Ketat Brimob
Ironi! Berkumpul di...
Ironi! Berkumpul di Masjid Dilarang, Tapi di Mal dan Bandara Tidak
Himbau Akhiri Polemik...
Himbau Akhiri Polemik Pembubaran MUI, Pj Ketum PB HMI Minta Perbaiki Rekrutmen dilakukan Transparan
Ngaku Wakil Nabi, Ini...
Ngaku Wakil Nabi, Ini Isi Surat Lengkap Pelaku Penembakan Kantor MUI
Berita Terkini
Di Rakernas APEKSI,...
Di Rakernas APEKSI, Menko AHY: Wali Kota Adalah Duta Terbaik untuk Tarik Investasi dan Layani Rakyat Perkotaan
KPK Tahan Tersangka...
KPK Tahan Tersangka Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim
1 Abad Kelahiran Rahmi...
1 Abad Kelahiran Rahmi Hatta Momen Refleksi Nilai Keteladanan bagi Generasi Muda
Menhut Raja Juli Bakal...
Menhut Raja Juli Bakal Kooperatif soal Pengusutan Kasus Bupati Kuansing
Presiden Lukashenko...
Presiden Lukashenko Sebut Indonesia Mitra Penting Belarus di Asia Tenggara
Kembangkan Kompetensi...
Kembangkan Kompetensi di Era Digital, UI Publishing Terbitkan Buku Digital Social Work untuk Afrika-Asia
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved