Polri Beberkan Peran Tujuh Terduga Teroris Bekasi
Kamis, 15 Desember 2016 - 11:28 WIB
Polri Beberkan Peran Tujuh Terduga Teroris Bekasi
A
A
A
JAKARTA - Densus 88 Antiteror Mabes Polri telah mengamankan tujuh tersangka pelaku terduga teroris jaringan bom di Bintara Jaya, Bekasi. Ketujuh tersangka itu di antaranya Muhammad Nur Solihin yang berperan sebagai tokoh pimpinan sel dan merekrut Dian sebagai pengantin.
Selanjutnya, Agus Supriyadi, berperan menyewa mobil untuk mengantar bom dari Solo ke Jakarta. Sementara Dian Yulia Novi yang rencananya telah siap untuk dijadikan pengantin dalam aksi amaliyah.
"Saat ini setidaknya ada 10 diamankan tapi tujuh di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait jaringan di Bekasi. Di mana sel itu merupakan dari Bahrun Naim sebagai pimpinan JAD," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli di Humas Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (15/12
/2016).
Menurutnya, keempat tersangka yaitu Suyanto alias Abu Izzah seorang petani yang punya peran menyediakan tempat untuk merakit bom dan mengantar bom dari Karanganyar akan diserahkan pada Nur Solihin. Dia menambahkan, Khafid Fathoni alias Toni diketahui membuat bom di rumahnya daerah Ngawi atas petunjuk dari Bahrun Naim.
"Yang bersangkutan (Khafid) bersama Nur Solihin membuat bom di rumah tersangka Suyanto," ucapnya. (Baca: Tiga Terduga Teroris di Bekasi Diketahui Jaringan Bahrun Naim)
Sementara, Arinda Putri Maharani, kata dia ditetapkan tersangka marena mengetahui keberadaan bom, pembuatan bom sekaligus memfasilitasi penerima uang untuk membuat bom. Wawan setiawan alias Abu Umar, lanjut dia mempunya inisiatif menyimpan bahan peledak yang dirakit Nur Solihin dengan memindahkan dari kantor Azzam Dakwah Center dibawa pulang ke rumahnya.
"Yang bersangkutan juga khilafah ISIS jadi punya inisiatif menyimpan bahan peledak yang sudah dibuat sama Nur Solihin. Dari bahan itu dibawa ke rumah Suyatno buat dirakit," katanya.
Selanjutnya, Agus Supriyadi, berperan menyewa mobil untuk mengantar bom dari Solo ke Jakarta. Sementara Dian Yulia Novi yang rencananya telah siap untuk dijadikan pengantin dalam aksi amaliyah.
"Saat ini setidaknya ada 10 diamankan tapi tujuh di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait jaringan di Bekasi. Di mana sel itu merupakan dari Bahrun Naim sebagai pimpinan JAD," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli di Humas Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (15/12
/2016).
Menurutnya, keempat tersangka yaitu Suyanto alias Abu Izzah seorang petani yang punya peran menyediakan tempat untuk merakit bom dan mengantar bom dari Karanganyar akan diserahkan pada Nur Solihin. Dia menambahkan, Khafid Fathoni alias Toni diketahui membuat bom di rumahnya daerah Ngawi atas petunjuk dari Bahrun Naim.
"Yang bersangkutan (Khafid) bersama Nur Solihin membuat bom di rumah tersangka Suyanto," ucapnya. (Baca: Tiga Terduga Teroris di Bekasi Diketahui Jaringan Bahrun Naim)
Sementara, Arinda Putri Maharani, kata dia ditetapkan tersangka marena mengetahui keberadaan bom, pembuatan bom sekaligus memfasilitasi penerima uang untuk membuat bom. Wawan setiawan alias Abu Umar, lanjut dia mempunya inisiatif menyimpan bahan peledak yang dirakit Nur Solihin dengan memindahkan dari kantor Azzam Dakwah Center dibawa pulang ke rumahnya.
"Yang bersangkutan juga khilafah ISIS jadi punya inisiatif menyimpan bahan peledak yang sudah dibuat sama Nur Solihin. Dari bahan itu dibawa ke rumah Suyatno buat dirakit," katanya.
(kur)