Penuhi Panggilan KPK, Setnov Klarifikasi Sejumlah Isu
Selasa, 13 Desember 2016 - 12:34 WIB
Penuhi Panggilan KPK, Setnov Klarifikasi Sejumlah Isu
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar Idrus Marham enggan menanggapi tudingan mantan Bendahara Umum (Bendum) Partai Demokrat M Nazaruddin, yang menyebutkan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) kecipratan uang korupsi e-KTP.
Saat ditemui di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Idrus yang hadir mendampingi Setnov mengatakan, menyerahkan hal tersebut kepada penyidik.
"Soal materi pemeriksaan, itu kewenangan penyidik. Tanya penyidik nanti," kata Idrus di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (13/12/2016).
Idrus menambahkan, kedatangan Setnov selaku ketua DPR ke KPK untuk memberi contoh positif bagi masyarakat, bahwa pejabat publik yang dipanggil penegak hukum harus hadir. "Kemudian, Pak Novanto juga berkepentingan untuk klarifikasi berbagai isu," ucap Idrus.
Dalam kurun dua pekan terakhir, KPK memang sedang fokus memeriksa sejumlah anggota DPR. KPK mengklarifikasi sejumlah informasi terkait proyek pengadaan e-KTP yang menelan anggaran negara Rp5,9 triliun tersebut.
Saat ditemui di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Idrus yang hadir mendampingi Setnov mengatakan, menyerahkan hal tersebut kepada penyidik.
"Soal materi pemeriksaan, itu kewenangan penyidik. Tanya penyidik nanti," kata Idrus di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (13/12/2016).
Idrus menambahkan, kedatangan Setnov selaku ketua DPR ke KPK untuk memberi contoh positif bagi masyarakat, bahwa pejabat publik yang dipanggil penegak hukum harus hadir. "Kemudian, Pak Novanto juga berkepentingan untuk klarifikasi berbagai isu," ucap Idrus.
Dalam kurun dua pekan terakhir, KPK memang sedang fokus memeriksa sejumlah anggota DPR. KPK mengklarifikasi sejumlah informasi terkait proyek pengadaan e-KTP yang menelan anggaran negara Rp5,9 triliun tersebut.
(maf)